Israel: Bahrain dan Oman Mungkin Segera Ikuti Jejak UEA
Senin, 17 Agustus 2020 - 05:07 WIB
loading...
Menteri Intelijen Israel, Eli Cohen sebut Bahrain dan Oman bisa menjadi negara Teluk berikutnya yang mengikuti UEA dalam meresmikan hubungan dengan Israel. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Bahrain dan Oman bisa menjadi negara Teluk dan Arab berikutnya yang mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam meresmikan hubungan dengan Israel. Hal itu disampaikan Menteri Intelijen Israel , Eli Cohen.
"Setelah perjanjian ini (dengan UEA) akan datang perjanjian tambahan, baik dengan lebih banyak negara Teluk dan dengan negara-negara Muslim di Afrika," ucap Cohen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/8/2020).
( Baca juga: Libur Panjang di Tengah Pandemi Covid-19, Jalur Puncak Macet hingga 10 KM )
"Saya kira Bahrain dan Oman pasti ada dalam agenda. Selain itu, dalam penilaian saya, ada kemungkinan di tahun mendatang sudah ada kesepakatan damai dengan negara-negara tambahan di Afrika, salah satunya adalah Sudan," sambungnya.
Baik Bahrain dan Oman telah melemparkan pujian atas kesepakatan UEA-Israel, meskipun tidak ada yang berkomentar tentang prospek mereka sendiri untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sendiri diketahui telah bertemu dengan para pemimpin Oman dan Sudan dalam dua tahun terakhir. ( Baca juga: Mukjizat Turun Ketika Pasukan Muslim Perangi Kaum Murtad di Bahrain )
Sementara itu, Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa Gedung Putih telah berhubungan dengan "banyak" negara di kawasan itu, mencoba untuk melihat apakah lebih banyak kesepakatan, seperti UEA, akan terwujud. Pejabat itu menolak menyebutkan nama negara tetapi mengatakan mereka adalah negara Arab dan Muslim di Timur Tengah dan Afrika.
"Setelah perjanjian ini (dengan UEA) akan datang perjanjian tambahan, baik dengan lebih banyak negara Teluk dan dengan negara-negara Muslim di Afrika," ucap Cohen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/8/2020).
( Baca juga: Libur Panjang di Tengah Pandemi Covid-19, Jalur Puncak Macet hingga 10 KM )
"Saya kira Bahrain dan Oman pasti ada dalam agenda. Selain itu, dalam penilaian saya, ada kemungkinan di tahun mendatang sudah ada kesepakatan damai dengan negara-negara tambahan di Afrika, salah satunya adalah Sudan," sambungnya.
Baik Bahrain dan Oman telah melemparkan pujian atas kesepakatan UEA-Israel, meskipun tidak ada yang berkomentar tentang prospek mereka sendiri untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sendiri diketahui telah bertemu dengan para pemimpin Oman dan Sudan dalam dua tahun terakhir. ( Baca juga: Mukjizat Turun Ketika Pasukan Muslim Perangi Kaum Murtad di Bahrain )
Sementara itu, Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa Gedung Putih telah berhubungan dengan "banyak" negara di kawasan itu, mencoba untuk melihat apakah lebih banyak kesepakatan, seperti UEA, akan terwujud. Pejabat itu menolak menyebutkan nama negara tetapi mengatakan mereka adalah negara Arab dan Muslim di Timur Tengah dan Afrika.
(esn)
Lihat Juga :