Polandia Panggil Dubes Israel, Murka Warganya Dibantai Saat Misi Bantuan di Gaza

Jum'at, 05 April 2024 - 18:15 WIB
loading...
Polandia Panggil Dubes...
Pekerja bantuan World Central Kitchen asal Polandia Damian Sobol dibunuh Israel di Gaza, pada 1 April 2024. Foto/REUTERS
A A A
WARSAWA - Warsawa memanggil Duta Besar Israel Yacov Livne setelah pasukan kolonial Israel (IDF) membunuh seorang pekerja bantuan asal Polandia di Gaza.

Pihak berwenang Polandia mengkritik cara Israel menangani insiden tersebut dan menuntut kompensasi bagi keluarga korban.

Pada Senin (1/4/2024), IDF melancarkan tiga serangan udara berturut-turut terhadap konvoi kemanusiaan, menewaskan tujuh warga negara asing yang bekerja untuk organisasi bantuan World Central Kitchen (WCK), termasuk Damian Sobol dari Polandia.

Organisasi tersebut mengatakan tim WCK sedang melakukan perjalanan di area yang ditetapkan sebagai zona aman dan mobil tersebut terlihat berlogo WCK di berbagai sisinya.

IDF mengatakan serangan tersebut adalah akibat dari “kesalahan identifikasi,” dan Presiden Israel Isaac Herzog meminta maaf kepada pendiri WCK Jose Andres atas kematian para pekerja bantuan tersebut.

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski berbicara melalui telepon dengan mitranya dari Israel, Israel Katz, pada Kamis, dan “menuntut penjelasan atas serangan tersebut,” menurut Kementerian Luar Negeri Polandia.

“Jika Israel dengan sengaja menyerang konvoi tersebut, keluarga korban berhak mendapatkan permintaan maaf dan kompensasi,” tulis Sikorski di X.

Baca juga: Profil Ismail Al-Zin, Komandan Anti-Tank Hizbullah yang Tewas Dirudal Israel

Para pejabat Polandia juga marah dengan komentar Livne kepada media Israel. Berbicara kepada saluran YouTube Kanal Zero, dubes Israel tersebut menegaskan kematian para pekerja bantuan bukanlah kejahatan perang, melainkan sebuah tragedi, dan IDF tidak pernah menargetkan kelompok kemanusiaan dengan sengaja.

“Livne seharusnya menggunakan kesempatan ini untuk berbicara kepada media Polandia dan mengatakan permintaan maaf yang sederhana dan manusiawi,” ungkap Perdana Menteri Polandia Donald Tusk pada Kamis.

Presiden Andrzej Duda juga meminta penjelasan, dengan menyatakan dia “tidak ragu bahwa Israel harus membayar kompensasi kepada keluarga warga negara (Polandia).”

Dalam wawancara terpisah dengan saluran berita Polandia TVP World, Livne menegaskan kembali insiden tersebut akan diselidiki secara menyeluruh.

Rezim kolonial apartheid Israel telah membunuh lebih dari 33.000 warga Palestina di Gaza, menurut pihak berwenang setempat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved