Ukraina Mengalami Kekurangan Jumlah Tentara, tapi Kenapa Ngotot Melanjutkan Perang dengan Rusia?

Rabu, 03 April 2024 - 17:22 WIB
loading...
A A A
AP melaporkan, populasi Rusia tiga kali lebih besar dari populasi Ukraina, dan Presiden Vladimir Putin telah menunjukkan kesediaan untuk memaksa laki-laki untuk berperang jika tidak ada cukup sukarelawan.

Zelenskyy jarang menyinggung masalah mobilisasi, dan parlemen melampirkan lebih dari 1.000 amandemen terhadap undang-undang mobilisasi yang ia tandatangani.

Baca Juga: Mengapa Banyak Anak Muda India, Nepal dan Sri Lanka Jadi Tentara Bayaran Rusia?

Desember lalu, Zelenskyy mengatakan militer Ukraina ingin memobilisasi hingga 500.000 tentara lagi. Namun dia mengatakan dia telah meminta para petinggi untuk menjelaskan rincian tentang “masalah yang sangat sensitif” sebelum memutuskan apakah akan mengabulkan keinginan mereka.

Mobilisasi besar-besaran seperti itu akan merugikan Ukraina sebesar $13,4 miliar, kata Zelenskyy pada saat itu. Aspek lain yang harus dipertimbangkan termasuk apakah pasukan yang saat ini berada di garis depan akan dirotasi atau diizinkan pulang, katanya.

Perlunya mobilisasi yang luas untuk menambah jumlah pasukan Ukraina dilaporkan merupakan salah satu bidang perselisihan antara Zelenskyy dan Jenderal Valerii Zaluzhnyi, panglima angkatan bersenjata Ukraina yang populer yang digantikan oleh presiden pada bulan Februari.

Statistik Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan militer Ukraina memiliki hampir 800.000 tentara pada bulan Oktober. Itu tidak termasuk Garda Nasional atau unit lainnya. Secara total, 1 juta warga Ukraina berseragam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved