alexametrics

Analisa Logis Jenderal Suriah soal S-300 Tameng Serangan Israel

loading...
Analisa Logis Jenderal Suriah soal S-300 Tameng Serangan Israel
Sistem pertahanan rudal S-300 Rusia. Foto/REUTERS
A+ A-
DAMASKUS - Seorang jenderal Suriah memberikan analisa logis bahwa sistem rudal anti-pesawat S-300 Rusia yang dipasok ke Damaskus tidak bisa menghilangkan risiko serangan baru oleh Israel. Namun, menurutnya, senjata itu akan meminimalkan peluang keberhasilan serangan Tel Aviv.

Brigadir Jenderal Hasan Ahamad Hasan, kepada biro politik Suriah, menyampaikan analisanya itu dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

"Tidak ada konsep probabilitas nol dalam strategi militer. Kami tidak bisa mengatakan bahwa probabilitas ini telah berkurang menjadi nol. Karena kita berbicara tentang langit terbuka, perbatasan perpanjang, (dan) berbagai teknologi," katanya, yang dilansir Kamis (8/11/2018).

"Oleh karena itu, saya tidak bisa mengatakan bahwa pada akhirnya tidak akan menjadi probabilitas seperti itu, bagaimanapun, kemungkinan agresi ini mencapai tujuannya telah diminimalkan," ujarnya, ketika ditanya tentang kemungkinan serangan baru Israel baru terhadap Suriah setelah pengiriman S-300 Moskow.

Pada 2 Oktober, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa Rusia telah menyelesaikan pengiriman sistem S-300 baru ke Suriah, termasuk 49 unit peralatan yang berhubungan dengan sistem tersebut seperti radar, sistem akuisisi target dasar, pos komando dan empat peluncur.

Pasokan senjata pertahanan itu sebagai respons Moskow atas insiden jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia pada 17 September lalu. Pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh oleh sistem rudal S-200 Suriah yang sedang merespons serangan empat jet F-16 Israel di Latakia.

Sebanyak 15 tentara Moskow tewas dalam insiden pesawat Il-20. Moskow menyalahkan Tel Aviv yang dianggap menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng jet-jet tempur F-16 dari serangan S-200 Damaskus.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak