Arab Saudi Jebloskan 12 Fans Sepak Bola ke Penjara karena Yel-yel Syiah

Senin, 01 April 2024 - 12:23 WIB
loading...
Arab Saudi Jebloskan...
Arab Saudi memenjarakan 12 penggemar sepak bola setelah mereka melakukan yel-yel terkait Syiah selama pertandingan. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Pengadilan Kerajaan Arab Saudi telah menjatuhkan hukuman penjara antara enam bulan hingga satu tahun kepada 12 fans atau penggemar sepak bola.

Menurut Human Rights Wacth (HRW), selusin orang itu dijebloskan ke penjara setelah mereka melakukan yel-yel terkait Syiah secara damai selama pertandingan sepak bola pada bulan Januari.

HRW, yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan pihak berwenang kerajaan harus segera membatalkan putusan pengadilan tersebut, yang hanya didasarkan pada ekspresi damai dari para penggemar sepak bola yang bersemangat.

Seruan HRW itu sambil menyoroti bahwa Arab Saudi adalah satu-satunya penawar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Baca Juga: Rumy al-Qahtani, Model Arab Saudi dalam Kontes Miss Universe untuk Pertama Kalinya

“Memenjarakan penggemar sepak bola karena yel-yel di sebuah pertandingan hanyalah satu lagi alasan bahwa kecurangan FIFA terhadap proses penawaran Piala Dunia 2034 yang memungkinkan Arab Saudi menjadi satu-satunya penawar bukan hanya memalukan, tapi juga berbahaya,” kata Joey Shea, peneliti Arab Saudi di HRW.

“Bagaimana para penggemar sepak bola bisa merasa aman di Arab Saudi jika mereka bisa dengan mudah dijatuhi hukuman penjara hanya karena yel-yel yang tidak disukai pemerintah?” lanjut Shea, seperti dikutip New Arab, Senin (1/4/2024).

Kasus ini bermula ketika polisi setempat memanggil dan menangkap para penggemar setelah video mereka menyanyikan lagu religi Syiah selama pertandingan sepak bola di-posting dan disebarkan di media sosial.

Pengadilan Kriminal Arab Saudi di Dammam memvonis dua penggemar sepak bola satu tahun penjara dengan denda 10.000 Riyal Saudi (sekitar USD2.666) dan yang lainnya satu tahun penjara, dengan penangguhan enam bulan, dan denda 5.000 Riyal Saudi (sekitar USD1.333).

Pada 24 Januari, saat pertandingan sepak bola antara Klub Al Safa dan Klub Al Bukiryah di Provinsi Timur negara tersebut, tempat komunitas minoritas Syiah di Arab Saudi terkonsentrasi, sekelompok penggemar sepak bola Al Safa direkam dengan damai menyanyikan lagu religi Syiah untuk merayakan kelahiran Imam Ali, yang dianggap oleh Muslim Syiah sebagai Imam Pertama.

Menurut HRW, mengutip sumber yang mengetahui kasus tersebut, polisi Qatif memanggil dan membebaskan lebih dari 150 penggemar sepak bola untuk diinterogasi beberapa hari setelah pertandingan.

Mereka menahan 12 orang, awalnya ditahan di Penjara Qatif, dan kemudian di Penjara Umum Dammam, kata sumber tersebut.

Dalam dokumen pengadilan yang dilihat oleh HRW, termasuk daftar tuduhan, penyelidikan polisi diakhiri dengan permintaan dakwaan terhadap para terdakwa berdasarkan pasal 6 undang-undang kejahatan siber tahun 2007 yang terkenal di Arab Saudi.

Tuduhan yang diajukan kepada dua orang terdakwa adalah "mengirimkan sesuatu yang dapat mengganggu ketertiban umum dengan menggunakan internet dan alat elektronik”.

Tuduhan lain yang diajukan terhadap 12 orang tersebut adalah "merusak ketertiban umum melalui semangat intoleransi sektarian dengan menyebarkan konten sektarian di tempat-tempat pertemuan publik dan memicu perselisihan sosial".

Pasal 6 undang-undang kejahatan siber memberikan hukuman hingga lima tahun penjara dan denda hingga 3 juta Riyal Saudi (sekitar USD800.000).

Pemerintah Arab Saudi telah menghabiskan miliaran dolar untuk menjadi tuan rumah acara olahraga besar sebagai sebuah strategi yang tampaknya disengaja untuk mengalihkan citra negaranya sebagai negara yang banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia, dan investasinya dalam sepak bola sangatlah besar.

Pada 31 Oktober, Arab Saudi menjadi "penawar tunggal" untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, ketika Australia, satu-satunya negara yang berpotensi bersaing, keluar.

FIFA, badan sepak bola internasional, akan mengesahkan tuan rumah Piala Dunia pada pertemuan tahun 2024, namun tidak ada keraguan mengenai hasilnya karena hanya ada satu kandidat.

HRW telah lama mendokumentasikan bahwa beberapa ulama dan lembaga negara Saudi menghasut kebencian dan diskriminasi terhadap minoritas Syiah di negara tersebut.

“Institusi olahraga, musisi, atau entertainer global mana pun perlu menanyakan pertanyaan serius pada diri mereka sendiri sebelum tampil di Arab Saudi,” kata Shea.

“Mereka harus bertanya pada diri sendiri apakah penggemar mereka akan ditangkap jika mereka menyanyikan sesuatu yang tidak disukai pemerintah.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved