5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Minggu, 31 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
5 Alasan NATO Terlalu...
Negara-negara NATO mengandalkan sistem pertahanan rudal patriot. Foto/Reuters
A A A
LONDON - Banyak negara anggota NATO selalu mengandalkan sistem pertahanan rudal patriot untuk mengantisipasi konflikn dengan Rusia. Bahkan, Ukraina pun menginginkan rudal patriot.

Kebutuhan untuk rudal patriot juga semakin kuat ketika banyak negara Eropa sangat takut dengan ancaman invasi Rusia ke wilayah tersebut. Mereka pun berlomba membeli sistem pertahanan tersebut.

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

1. Dianggap Sistem Pertahanan Paling Canggih

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Foto/Reuters

Melansir Reuters, Patriot, yang merupakan singkatan dari Phased Array Tracking Radar for Intercept on Target, adalah sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara yang dibangun oleh Raytheon Technologies Corp dan dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling canggih. sistem pertahanan di gudang senjata AS.

Sistem ini pertama kali digunakan dalam pertempuran selama Perang Teluk tahun 1991, dengan baterai yang melindungi Arab Saudi, Kuwait dan Israel, dan kemudian digunakan selama invasi AS ke Irak pada tahun 2003.

Ini adalah sistem bergerak yang biasanya mencakup radar kuat, stasiun kendali, pembangkit listrik, stasiun peluncuran, dan kendaraan pendukung lainnya.

Sistem ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda tergantung pada jenis pencegat yang digunakan.

Pencegat PAC-2 menggunakan hulu ledak fragmentasi ledakan, sedangkan rudal PAC-3 yang lebih baru menggunakan teknologi hit-to-kill yang lebih canggih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Spanyol Selidiki Kepala...
Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
Rekomendasi
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved