Israel Ingin Kehadiran Pasukan Keamanan Multi-nasional di Gaza, Mengapa?
Sabtu, 30 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rusia Tunjukkan Bukti Transfer Uang dari Ukraina untuk Para Teroris yang Menyerang Moskow
“Ada kemajuan dalam mempromosikan inisiatif ini baik dari segi kesediaan pemerintahan Biden untuk membahasnya dan dalam hal keterbukaan negara-negara Arab terhadap gagasan tersebut,” kata salah satu sumber, dilansir Axios.
Namun, seorang pejabat Arab yang tidak disebutkan namanya dari salah satu negara yang dilaporkan terlibat dalam perundingan tersebut mengatakan kecil kemungkinannya pasukan asing akan dikerahkan ke wilayah tersebut sampai permusuhan berakhir.
Seorang pejabat AS menambahkan bahwa langkah tersebut memerlukan undangan resmi dari Otoritas Palestina di Gaza dan hanya akan dilakukan dalam konteks solusi dua negara. Hal ini, kata sumber tersebut, membuat inisiatif ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat karena penolakan Israel untuk mengakui Palestina sebagai negara terpisah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menolak gagasan pembentukan negara Palestina setelah perang. Dia juga mengkritik resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan awal pekan ini, yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza, dan mengatakan bahwa keputusan tersebut melemahkan upaya Israel untuk membebaskan warga Israel yang ditahan oleh Hamas.
“Ada kemajuan dalam mempromosikan inisiatif ini baik dari segi kesediaan pemerintahan Biden untuk membahasnya dan dalam hal keterbukaan negara-negara Arab terhadap gagasan tersebut,” kata salah satu sumber, dilansir Axios.
Namun, seorang pejabat Arab yang tidak disebutkan namanya dari salah satu negara yang dilaporkan terlibat dalam perundingan tersebut mengatakan kecil kemungkinannya pasukan asing akan dikerahkan ke wilayah tersebut sampai permusuhan berakhir.
Seorang pejabat AS menambahkan bahwa langkah tersebut memerlukan undangan resmi dari Otoritas Palestina di Gaza dan hanya akan dilakukan dalam konteks solusi dua negara. Hal ini, kata sumber tersebut, membuat inisiatif ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat karena penolakan Israel untuk mengakui Palestina sebagai negara terpisah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menolak gagasan pembentukan negara Palestina setelah perang. Dia juga mengkritik resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan awal pekan ini, yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza, dan mengatakan bahwa keputusan tersebut melemahkan upaya Israel untuk membebaskan warga Israel yang ditahan oleh Hamas.
Lihat Juga :