Ogah Hadiri KTT Iran Bentukan Putin, Trump Pilih Aktifkan Klausul Snapback

Minggu, 16 Agustus 2020 - 09:55 WIB
loading...
Ogah Hadiri KTT Iran...
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengaktifkan klausul snapback minggu depan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BEDMINSTER - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak seruan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggelar pertemuan puncak para pemimpin dunia untuk membahas masalah Iran . Trump mengatakan ia mungkin tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan itu.

AS kehilangan upayanya pada hari Jumat untuk memperpanjang embargo senjata PBB setelah Putin mengusulkan pertemuan puncak para pemimpin dunia untuk menghindari "konfrontasi" atas ancaman "snapback" Amerika.

"Mungkin tidak," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan berpartisipasi dalam KTT yang didukung Putin. (Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran, Rusia: Kami Punya Rencana Sendiri )

Sebaliknya, selama konferensi pers di klub golf Bedminster, New Jersey, Trump mengatakan dia berniat untuk bertindak pada minggu depan dengan memicu klausul "snapback" terhadap Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kami akan melakukan snapback," kata Trump kepada wartawan satu hari setelah Dewan Keamanan PBB menolak tawaran AS untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran.

"Anda akan melihatnya minggu depan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2020).

AS telah mengancam akan menjatuhkan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran menggunakan ketentuan dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang dikenal sebagai snapback, meskipun Trump telah membatalkan kesepakatan tersebut pada 2018. Para diplomat mengatakan bahwa AS akan menghadapi pertarungan yang sulit dan kotor dalam gerakan seperti itu.

Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, Rusia dan China menentang perpanjangan larangan senjata, yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Sebelas anggota lainnya abstain, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, sedangkan AS dan Republik Dominika adalah satu-satunya yang memberikan suara setuju. (Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran )

Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Sabtu mengatakan bahwa AS menderita kekalahan yang memalukan di Dewan Keamanan.

"Saya tidak ingat Amerika Serikat menyiapkan resolusi selama berbulan-bulan untuk menyerang Republik Islam Iran, dan itu hanya mendapatkan satu suara," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Tapi sukses besar adalah bahwa Amerika Serikat dikalahkan dalam konspirasi ini dengan penghinaan," imbuhnya.

Kekalahan dalam voting di DK PBB juga ditanggapi oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

"Itu adalah kesalahan serius, kami menyesalinya," kata Pompeo dalam konferensi pers selama kunjungan ke Polandia.(Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran, AS Kecewa Berat )

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan keputusan Dewan Keamanan untuk tidak memperpanjang embargo senjata di Iran akan menyebabkan ketidakstabilan Timur Tengah lebih lanjut.

"Rezim ekstremis di Iran tidak hanya mendanai terorisme: ia mengambil bagian aktif dalam terorisme melalui cabang-cabangnya di seluruh dunia dan menggunakannya sebagai alat politik. Perilaku ini merupakan bahaya bagi stabilitas regional dan internasional," kata Ashkenazi dalam sebuah pernyataan. pernyataan pada hari Sabtu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved