Heboh Posting Al-Qur'an sebagai Dalih Menduduki Palestina, Ini Jawaban Israel
Selasa, 26 Maret 2024 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
"Posting-an tersebut tidak peka, tidak pantas, dan sama sekali tidak dapat diterima," katanya.
Sebab, kata dia, posting-an tersebut mengandung risiko merusak keselamatan, keamanan dan keharmonisan di negara Asia Tenggara.
Berbicara kepada Strait Times, Senin (25/3/2024), Shanmugam mengatakan Kementerian Dalam Negeri telah berbicara dengan Kementerian Luar Negeri dan mengatakan Kedutaan Israel harus segera menghapus posting-an tersebut.
“Kami meminta mereka untuk menghapusnya karena potensi konsekuensinya bagi berbagai komunitas di Singapura,” katanya.
“Adalah salah jika kita secara selektif menunjuk pada teks-teks keagamaan, untuk mengemukakan pendapat yang bersifat politis. Yang lebih buruk lagi, dalam situasi saat ini, Kedutaan Israel menggunakan Al-Quran untuk tujuan ini,” imbuh dia.
Menurut Strait Times, mengutip juru bicara Kedutaan Israel, posting-an tersebut dipasang tanpa persetujuan yang diperlukan dan orang yang bertanggung jawab telah dihukum.
Sebab, kata dia, posting-an tersebut mengandung risiko merusak keselamatan, keamanan dan keharmonisan di negara Asia Tenggara.
Berbicara kepada Strait Times, Senin (25/3/2024), Shanmugam mengatakan Kementerian Dalam Negeri telah berbicara dengan Kementerian Luar Negeri dan mengatakan Kedutaan Israel harus segera menghapus posting-an tersebut.
“Kami meminta mereka untuk menghapusnya karena potensi konsekuensinya bagi berbagai komunitas di Singapura,” katanya.
“Adalah salah jika kita secara selektif menunjuk pada teks-teks keagamaan, untuk mengemukakan pendapat yang bersifat politis. Yang lebih buruk lagi, dalam situasi saat ini, Kedutaan Israel menggunakan Al-Quran untuk tujuan ini,” imbuh dia.
Menurut Strait Times, mengutip juru bicara Kedutaan Israel, posting-an tersebut dipasang tanpa persetujuan yang diperlukan dan orang yang bertanggung jawab telah dihukum.
Lihat Juga :