5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan

Minggu, 24 Maret 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Faktanya, AS mengeluarkan peringatan kepada warganya di Rusia pada tanggal 7 Maret, dengan menyoroti “laporan bahwa kelompok ekstremis telah rencana dalam waktu dekat untuk menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser.”

3. Unjuk Kekuatan ISIS di Luar Afghanistan

5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan

Foto/Reuters

Pada hari yang sama ketika kedutaan AS di Moskow mengeluarkan peringatan ini, Komandan Komando Pusat AS di Timur Tengah – CENTCOM – Jenderal Michael Kurilla, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa risiko serangan yang berasal dari Afghanistan semakin meningkat.

“Saya menilai ISIS-Khorasan masih memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyerang kepentingan AS dan Barat di luar negeri hanya dalam waktu enam bulan dan dengan sedikit atau tanpa peringatan,” katanya, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS.

Dia menambahkan: “ISIS sekarang kuat tidak hanya di Afghanistan tetapi juga di luar Afghanistan. Kini mereka memiliki kemampuan untuk melakukan serangan di Eropa dan Asia, dengan para pejuangnya ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan Tajikistan.”

4. Rusia Terlalu Fokus ke Perang Ukraina

5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan

Foto/Reuters

Ketika aparat keamanan dan infrastruktur pertahanan Rusia fokus terutama pada perang melawan Ukraina, kelompok ekstremis seperti Daesh tampaknya merasakan peluang untuk bangkit kembali dan merencanakan serangan berani ketika perhatian pemerintah sedang teralihkan.

“Tidak ada keraguan bahwa ISIS-K mengambil keuntungan dari gangguan Rusia di Ukraina,” kata Coffey. “Lebih dari dua tahun setelah invasi Rusia, perang di Ukraina mungkin kini menghabiskan sebagian besar perhatian dan sumber daya badan intelijen, angkatan bersenjata, dinas keamanan, dan bahkan penegakan hukum Rusia.

“ISIS-K mungkin melihat peluang untuk menyerang ketika Rusia melemah. Di masa lalu, publikasi Daesh seperti Al-Naba memuat artikel tentang ‘perang salib melawan tentara salib’ yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, bahkan menyatakan bahwa perang semacam itu memberikan peluang bagi mereka.”

Hani Nasira, seorang analis politik dan pakar terorisme dan organisasi ekstremis, menganut pandangan Coffey bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina telah menciptakan lahan subur untuk serangan mendadak di wilayah yang terganggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Negara Pendukung Bashar...
3 Negara Pendukung Bashar al-Assad, Salah Satunya Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved