5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan

Minggu, 24 Maret 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
“Sejak konflik di Ukraina dimulai, IS-K telah meningkatkan aliran pejuangnya yang bergabung dalam perang dengan berangkat dari pusat operasi awal mereka di Suriah menuju negara asal mereka untuk meluncurkan kembali operasi di negara-negara Kaukasus Utara dan Asia Tengah, seperti seperti Uzbekistan dan Tajikistan,” kata Nasira kepada Arab News.

“Perang di Ukraina merupakan titik awal terulangnya apa yang terjadi di Afghanistan, dengan pejuang asing dari seluruh dunia bergabung dalam perang bersama Ukraina melawan Rusia, terutama karena perang tersebut, bagi kubu Barat, telah berubah menjadi perang gesekan. yang bertujuan untuk menimbulkan kerugian sebesar-besarnya pada Rusia atau mengulangi fenomena 'orang-orang yang kembali' setelah perang usai,” katanya.

5. Memiliki Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan.

5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan

Foto/Reuters

“Beberapa ekstremis keturunan Chechnya memerangi Rusia di Ukraina untuk menghilangkan noda memalukan yang ditinggalkan oleh orang-orang Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov, yang mendukung Rusia dan digambarkan oleh anggota Daesh sebagai 'pengkhianat dan aib bagi bangsa Chechnya' karena tidak ada Chechnya yang sebenarnya akan berperang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.”

Rusia juga tampaknya menaruh perhatian khusus terhadap IS-K karena, seperti yang diklaimnya, militer Rusia mempunyai catatan pembunuhan terhadap Muslim di Chechnya, Suriah dan Afghanistan.

Rusia telah berkali-kali menjadi sasaran kelompok ekstremis selama dua dekade terakhir – pengepungan teater Nord Ost pada tahun 2002 dan pembantaian Beslan pada tahun 2004 merupakan serangan yang paling terkenal.

Selama fokus aparat pertahanannya didominasi oleh perang di Ukraina, Rusia mungkin akan kesulitan menangkis serangan lebih lanjut oleh kelompok-kelompok ekstremis yang semakin berani yang muncul dari wilayah selatan yang bergolak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Dokumen Target Serangan...
Dokumen Target Serangan Nuklir Rusia Bocor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved