alexametrics

Pompeo Desak Riyadh Dukung Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi di Turki

loading...
Pompeo Desak Riyadh Dukung Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi di Turki
Pompeo mendesak Saudi untuk memastikan bahwa penyelidikan menyeluruh dilakukan terhadap kasus menghilangnya seorang jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mendesak Arab Saudi untuk memastikan bahwa penyelidikan menyeluruh dilakukan terhadap kasus menghilangnya seorang jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi. Jurnalis pengkritik Riyadh itu terakhir kali terlihat saat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Pejabat senior Kementerian Luar Negeri telah berbicara denganĀ Arab Saudi melalui saluran diplomatik tentang masalah ini," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (9/10).



"Kami menyerukan kepada pemerintah Arab Saudi untuk mendukung penyelidikan menyeluruh atas hilangnya Khashoggi dan untuk transparan tentang hasil penyelidikan itu," sambung Pompeo.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut Saudi untuk memberikan bukti bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat Saudi di Istanbul. Erdogan mengaku memantau penyelidikan kasus hilangnya wartawan tersebut. Menurutnya, sejauh ini pihak Turki tidak memiliki dokumen atau bukti mengenai kasus tersebut.

Selama akhir pekan lalu, sumber pemerintah Turki mengklaim bahwa polisi yakin wartawan yang jadi kolumnis opini untuk Washington Post itu tewas di dalam gedung konsulat.

Namun, pihak Konsulat Saudi membantah bahwa Khashoggi dibunuh di kantor misi diplomatik tersebut. Konsulat juga membantah bahwa Khashoggi telah diculik.

Pada hari Senin, Turki secara resmi meminta izin untuk menggeledah Konsulat Saudi di Istanbul. Awal pekan lalu, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengaku siap memberikan izin. Menurutnya, Arab Saudi tidak menyembunyikan apa pun terkait hilangnya Khashoggi.

Khashoggi selama ini dikenal sebagai wartawan yang keras mengkritik keluarga kerajaan, termasuk Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman. Kritik-kritik yang dia lontarkan termasuk kebijakan blokade Qatar dan perang di Yaman.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak