Apa Dampak Tewasnya Marwan Issa yang Diklaim AS bagi Perjuangan Hamas?
Rabu, 20 Maret 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Takut Terjadi Perang Saudara, Politikus Israel Serukan Pencabutan 100.000 Izin Kepemilikan Senjata
Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya dua kali selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021, menewaskan saudaranya.
Putra Issa, yang merupakan pendukung setia Hamas, tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah pada bulan Desember.
Amerika Serikat mencap Issa sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Khusus" pada bulan September 2019.
Sumber-sumber Palestina berspekulasi bahwa tiga pemimpin tertinggi Hamas bersembunyi di terowongan yang panjang dan rumit di bawah wilayah kantong tersebut, namun mereka bisa berada di mana saja di Gaza, salah satu tempat terpadat di dunia.
Issa, mungkin yang paling tidak dikenal di antara ketiganya, telah terlibat dalam banyak keputusan besar Hamas dalam beberapa tahun terakhir. Ketiganya dilahirkan dalam keluarga pengungsi yang melarikan diri atau diusir pada tahun 1948 dari wilayah negara Israel yang baru dibentuk.
Semuanya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel, Issa selama lima tahun sejak 1987.
Sinwar menjalani hukuman 22 tahun setelah dipenjara pada tahun 1988 karena penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel dan pembunuhan empat kolaborator Palestina.
4. Berulang Kali Selamat dari Serangan Israel
Issa, yang lahir pada tahun 1965, termasuk dalam daftar paling dicari Israel dan terluka dalam upaya pembunuhan tahun 2006 saat bertemu dengan Deif.Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya dua kali selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021, menewaskan saudaranya.
Putra Issa, yang merupakan pendukung setia Hamas, tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah pada bulan Desember.
Amerika Serikat mencap Issa sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Khusus" pada bulan September 2019.
5. Sulit Mencari Foto Issa
Seperti Deif, ciri-cirinya tidak diketahui publik hingga tahun 2011 ketika ia muncul dalam foto grup yang diambil saat pertukaran tahanan dengan Israel yang ia bantu atur.Sumber-sumber Palestina berspekulasi bahwa tiga pemimpin tertinggi Hamas bersembunyi di terowongan yang panjang dan rumit di bawah wilayah kantong tersebut, namun mereka bisa berada di mana saja di Gaza, salah satu tempat terpadat di dunia.
Issa, mungkin yang paling tidak dikenal di antara ketiganya, telah terlibat dalam banyak keputusan besar Hamas dalam beberapa tahun terakhir. Ketiganya dilahirkan dalam keluarga pengungsi yang melarikan diri atau diusir pada tahun 1948 dari wilayah negara Israel yang baru dibentuk.
Semuanya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel, Issa selama lima tahun sejak 1987.
Sinwar menjalani hukuman 22 tahun setelah dipenjara pada tahun 1988 karena penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel dan pembunuhan empat kolaborator Palestina.
Lihat Juga :