Apa Dampak Tewasnya Marwan Issa yang Diklaim AS bagi Perjuangan Hamas?

Rabu, 20 Maret 2024 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Takut Terjadi Perang Saudara, Politikus Israel Serukan Pencabutan 100.000 Izin Kepemilikan Senjata

4. Berulang Kali Selamat dari Serangan Israel

Issa, yang lahir pada tahun 1965, termasuk dalam daftar paling dicari Israel dan terluka dalam upaya pembunuhan tahun 2006 saat bertemu dengan Deif.

Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya dua kali selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021, menewaskan saudaranya.

Putra Issa, yang merupakan pendukung setia Hamas, tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah pada bulan Desember.

Amerika Serikat mencap Issa sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Khusus" pada bulan September 2019.

5. Sulit Mencari Foto Issa

Seperti Deif, ciri-cirinya tidak diketahui publik hingga tahun 2011 ketika ia muncul dalam foto grup yang diambil saat pertukaran tahanan dengan Israel yang ia bantu atur.

Sumber-sumber Palestina berspekulasi bahwa tiga pemimpin tertinggi Hamas bersembunyi di terowongan yang panjang dan rumit di bawah wilayah kantong tersebut, namun mereka bisa berada di mana saja di Gaza, salah satu tempat terpadat di dunia.

Issa, mungkin yang paling tidak dikenal di antara ketiganya, telah terlibat dalam banyak keputusan besar Hamas dalam beberapa tahun terakhir. Ketiganya dilahirkan dalam keluarga pengungsi yang melarikan diri atau diusir pada tahun 1948 dari wilayah negara Israel yang baru dibentuk.

Semuanya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel, Issa selama lima tahun sejak 1987.

Sinwar menjalani hukuman 22 tahun setelah dipenjara pada tahun 1988 karena penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel dan pembunuhan empat kolaborator Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved