Mahasiswa Asing Diserang saat Salat Tarawih di India

Senin, 18 Maret 2024 - 15:15 WIB
loading...
Mahasiswa Asing Diserang...
Mahasiswa asing diserang saat salat tarawih di India. Foto/Polisi Gujarat/BBC
A A A
NEW DELHI - Polisi di India telah menangkap dua orang setelah beberapa mahasiswa internasional diserang di asrama universitas saat sedang melaksanakan salat tawarih saat bulan Ramadan.

Para pejabat Kepolisian Gujarat mengatakan perdebatan sengit mengenai lokasi salat menyebabkan serangan fisik di Universitas Gujarat di India barat. Sumber polisi mengatakan lima mahasiswa dirawat karena luka-luka.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan pemerintah Gujarat mengambil “tindakan tegas” terhadap para pelaku.

GS Malik, komisaris polisi kota Ahmedabad, mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar dua lusin orang memasuki asrama pada Sabtu malam dan menolak para siswa yang salat, dan meminta mereka melakukannya di masjid.

“Mereka berdebat mengenai masalah ini, menyerang dan melemparkan batu. Mereka juga merusak kamar mereka,” katanya, dilansir BBC. Dia menambahkan bahwa sebuah tim telah dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut.

Pejabat polisi senior lainnya mengatakan kepada wartawan bahwa orang-orang yang ditangkap, Hitesh Mewada dan Bharat Patel, adalah penduduk Ahmedabad. Mereka belum membuat pernyataan publik apa pun selama berada dalam tahanan polisi.

Tiga dari siswa yang terluka telah dipulangkan dari rumah sakit sementara dua lainnya berada dalam kondisi stabil.

BBC melaporkan banyak batu dan kendaraan rusak di lokasi kejadian. Video yang beredar online menunjukkan massa mengangkat slogan-slogan agama Hindu ketika mereka menyerang para pelajar, merusak kendaraan dan melempari batu.

Navid Siddique, seorang pelajar dari Afghanistan yang terluka dalam serangan itu, mengatakan kepada surat kabar Times of India bahwa dia dan pelajar lainnya sedang melaksanakan Tarawih, salat malam khusus yang dilakukan selama bulan Ramadhan, ketika tiga orang memasuki asrama dan mulai menanyai mereka.

“Pertengkaran terjadi dan mereka kembali dengan massa yang lebih besar bersenjatakan batu, pipa besi dan menyerang kami. Mereka mengamuk di asrama, menyerang siswa di kamar mereka dan merusak properti dan kendaraan,” katanya kepada surat kabar tersebut.

Baca Juga: 7 Keunikan Pemilu Parlemen India yang Terbesar dan Termahal di Dunia

Noman, mahasiswa lain dari Afghanistan, mengatakan kepada BBC Gujarati bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. “Ada banyak risiko di sini bagi pelajar dari negara lain,” ujarnya.

Polisi mengatakan sekitar 300 mahasiswa asing – banyak dari Afghanistan, Sri Lanka dan negara-negara Afrika – belajar di universitas tersebut. Laporan mengatakan para siswa yang terluka berada di India dengan beasiswa dari Dewan Hubungan Kebudayaan India yang didukung pemerintah federal.

BBC telah mengirim email kepada pejabat universitas untuk memberikan komentar.

Neerja A Gupta, wakil rektor Universitas Gujarat, mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa telah terjadi ketegangan antara mahasiswa asing dan para penyerang selama beberapa waktu.

“Sesuai informasi yang saya miliki, (doa) ini bukanlah isu utama,” katanya kepada wartawan.

Gupta mengatakan para mahasiswa asing akan dipindahkan ke asrama baru dengan keamanan dan fasilitas yang lebih baik.

Ini bukan pertama kalinya ketegangan terjadi terkait umat Islam yang melaksanakan salat di India. Pada tahun 2021, umat Islam yang melakukan salat di tempat-tempat umum di Gurgaon sering menghadapi gangguan dan protes dari anggota kelompok garis keras Hindu.

Awal bulan ini, seorang polisi di Delhi diskors setelah dia tertangkap kamera sedang menendang pria Muslim yang sedang shalat di pinggir jalan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved