Macron ingin Crimea Direbut dari Rusia, Tegaskan Prancis Musuh Moskow
Sabtu, 16 Maret 2024 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan terbaru presiden Prancis tersebut mendapat sambutan dingin di Rusia, dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Macron tampaknya “tidak keberatan meningkatkan tingkat keterlibatannya” dalam permusuhan Rusia-Ukraina.
“Ya, jelas bahwa Rusia adalah musuh Prancis karena Prancis sudah terlibat dalam perang di Ukraina; mereka secara tidak langsung mengambil bagian dalam perang ini,” tegas Peskov kepada wartawan.
Baca juga: Rusia Kerahkan Senjata Pengubah Permainan dalam Perang Ukraina
Presiden Prancis telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang semakin agresif akhir-akhir ini, sejalan dengan pernyataan yang dibuatnya pada akhir bulan Februari, bahwa potensi pengerahan pasukan NATO ke Ukraina tidak dapat “dikecualikan.”
Pernyataan tersebut memicu gelombang penolakan dari sesama anggota blok pimpinan AS. Dalam wawancara terbaru ini, Macron menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah ini, dan mengklaim dia ingin mempertahankan “ambiguitas strategis” dan dia memiliki “alasan untuk tidak menjelaskan secara tepat.”
Pernyataan Macron menggemakan posisi yang berulang kali disuarakan para pemimpin tertinggi Ukraina, yang menyatakan tujuan merebut semua wilayah itu dari Rusia yang akhirnya dikuasai Kiev setelah runtuhnya Uni Soviet.
“Ya, jelas bahwa Rusia adalah musuh Prancis karena Prancis sudah terlibat dalam perang di Ukraina; mereka secara tidak langsung mengambil bagian dalam perang ini,” tegas Peskov kepada wartawan.
Baca juga: Rusia Kerahkan Senjata Pengubah Permainan dalam Perang Ukraina
Presiden Prancis telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang semakin agresif akhir-akhir ini, sejalan dengan pernyataan yang dibuatnya pada akhir bulan Februari, bahwa potensi pengerahan pasukan NATO ke Ukraina tidak dapat “dikecualikan.”
Pernyataan tersebut memicu gelombang penolakan dari sesama anggota blok pimpinan AS. Dalam wawancara terbaru ini, Macron menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah ini, dan mengklaim dia ingin mempertahankan “ambiguitas strategis” dan dia memiliki “alasan untuk tidak menjelaskan secara tepat.”
Pernyataan Macron menggemakan posisi yang berulang kali disuarakan para pemimpin tertinggi Ukraina, yang menyatakan tujuan merebut semua wilayah itu dari Rusia yang akhirnya dikuasai Kiev setelah runtuhnya Uni Soviet.
Lihat Juga :