Kerusuhan Berlanjut, Perdana Menteri Haiti Mundur

Rabu, 13 Maret 2024 - 10:45 WIB
loading...
Kerusuhan Berlanjut,...
Perdana Menteri (PM) Haiti Ariel Henry. Foto/REUTERS
A A A
PORT AU PRINCE - Perdana Menteri (PM) Haiti Ariel Henry akan meninggalkan jabatannya di tengah keadaan darurat yang diumumkan otoritas setempat karena kerusuhan yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Presiden Guyana Irfaan Ali menjelaskan kabar itu pada Selasa (12/3/2024). Dia menambahkan kekuasaan di negara tersebut untuk sementara akan dipegang dewan presidensial transisi.

“Dalam hal ini, kami mengakui pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry untuk membentuk dewan presiden transisi dan menunjuk perdana menteri sementara,” ungkap Ali saat konferensi pers usai perundingan internasional di Jamaika.

Dewan presidensial transisi akan terdiri dari tujuh anggota yang mewakili berbagai gerakan Haiti dengan hak untuk voting dan dua pengamat non-voting, menurut deklarasi yang dirancang anggota dewan perwakilan Haiti, negara-negara anggota Komunitas Karibia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis dan Brasil.

Dewan untuk sementara waktu akan menjalankan sejumlah kekuasaan presiden, bertindak berdasarkan suara terbanyak.

Pada 29 Februari, geng-geng mulai melakukan penembakan di pusat kota Port-au-Prince dan di bandara internasional ibukota Haiti tanpa kehadiran Henry, yang sedang berkunjung ke Kenya untuk mencari persetujuan mengenai penempatan pasukan asing di negaranya untuk memerangi kejahatan terorganisir.

Geng-geng tersebut mengatakan tujuan mereka adalah mencegah Henry kembali ke Haiti.

Baca juga: Hizbullah Gempur Israel dengan Lebih dari 100 Rudal Katyusha

Geng bersenjata menyerbu penjara terbesar di Haiti dan membebaskan sejumlah narapidana yang belum dikonfirmasi. Pemerintah Haiti mengumumkan keadaan darurat di wilayah ibu kota.

Haiti telah lama terperosok dalam krisis sosial dan politik yang meningkat setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 7 Juli 2021.

Negara ini menghadapi peningkatan aktivitas kelompok kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara situasi kemanusiaan memburuk akibat banyaknya kelompok kriminal yang melakukan kejahatan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Siapa Rumen Radev? Mantan...
Siapa Rumen Radev? Mantan Pilot Jet Tempur yang Berpotensi Jadi PM Bulgaria
Siapa El Mencho? Pemimpin...
Siapa El Mencho? Pemimpin Kartel Paling Kejam yang Ditakuti Meksiko dan AS
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved