alexametrics

AS Pertimbangkan Beri Keringanan Sanksi Terkait Iran

loading...
AS Pertimbangkan Beri Keringanan Sanksi Terkait Iran
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) masih mempertimbangkan kemukinan keringanan sanksi terhadap negara atau pelaku bisnis yang melanjutkan perdagangan dengan Iran setelah 4 November. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Meski begitu, pada saat yang sama, Pompeo mempertahankan posisi tegas pemerintah AS terhadap Teheran, yang dituding telah campur tangan di seluruh Timur Tengah.

Trump pada Mei lalu mengumumkan penarikan AS dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang dirundingkan dengan susah payah di mana Teheran setuju untuk membatasi pengayaan nuklirnya sebagai ganti bantuan sanksi.

Trump menilai kesepakatan itu gagal memblokir semua jalur bagi Iran memperoleh bom nuklir, dan memberlakukan kembali sanksi. Sanksi ini termasuk hukuman sekunder terhadap bisnis atau negara asing yang melanjutkan perdagangan dengan Iran.



Perusahaan-perusahaan itu sekarang harus memilih antara investasi mereka di Iran dan akses mereka ke pasar AS.

Washington memberi mereka waktu untuk menarik diri, meninggalkan sanksi terbaru terkait dengan transaksi keuangan dan minyak bumi yang akan berlaku setelah 4 November.

"Masih ada sejumlah keputusan yang tertunda sebelum tenggat waktu 4 November yang harus kita buat tentang keringanan, kemungkinan keringanan," Pompeo mengatakan pada konferensi pers seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (16/9/2018).

Washington ingin semua negara menghentikan impor minyak dari Iran sebelum 4 November jika mereka ingin menghindari hukuman AS. Namun, pembebasan tertentu belum dikecualikan, terutama untuk India yang sangat bergantung pada minyak bumi Iran.

Menanggapi sebuah pertanyaan, Pompeo mengatakan dia tidak tahu apakah sanksi akan memukul para manajer Swift, sistem perpesanan keuangan internasional, jika mereka terus berurusan dengan Iran.

"Pada tanggal 4 November, akan ada seperangkat aturan yang berbeda secara mendasar mengenai siapa saja yang menganggap perlu untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi dengan Republik Islam Iran. Ini adalah hari yang penting," kata Pompeo.

Dia menggarisbawahi bahwa banyak negara sudah mulai melepaskan diri.

Uni Eropa, yang terus mendukung perjanjian nuklir Iran, tidak berhasil untuk mendapatkan keringanan luas dan banyak perusahaan besar telah ditarik keluar dari negara itu karena takut hukuman AS.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak