AS Pertimbangkan Beri Keringanan Sanksi Terkait Iran

Minggu, 16 September 2018 - 02:26 WIB
AS Pertimbangkan Beri...
AS Pertimbangkan Beri Keringanan Sanksi Terkait Iran
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) masih mempertimbangkan kemukinan keringanan sanksi terhadap negara atau pelaku bisnis yang melanjutkan perdagangan dengan Iran setelah 4 November. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Meski begitu, pada saat yang sama, Pompeo mempertahankan posisi tegas pemerintah AS terhadap Teheran, yang dituding telah campur tangan di seluruh Timur Tengah.

Trump pada Mei lalu mengumumkan penarikan AS dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang dirundingkan dengan susah payah di mana Teheran setuju untuk membatasi pengayaan nuklirnya sebagai ganti bantuan sanksi.

Trump menilai kesepakatan itu gagal memblokir semua jalur bagi Iran memperoleh bom nuklir, dan memberlakukan kembali sanksi. Sanksi ini termasuk hukuman sekunder terhadap bisnis atau negara asing yang melanjutkan perdagangan dengan Iran.

Perusahaan-perusahaan itu sekarang harus memilih antara investasi mereka di Iran dan akses mereka ke pasar AS.

Washington memberi mereka waktu untuk menarik diri, meninggalkan sanksi terbaru terkait dengan transaksi keuangan dan minyak bumi yang akan berlaku setelah 4 November.

"Masih ada sejumlah keputusan yang tertunda sebelum tenggat waktu 4 November yang harus kita buat tentang keringanan, kemungkinan keringanan," Pompeo mengatakan pada konferensi pers seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (16/9/2018).

Washington ingin semua negara menghentikan impor minyak dari Iran sebelum 4 November jika mereka ingin menghindari hukuman AS. Namun, pembebasan tertentu belum dikecualikan, terutama untuk India yang sangat bergantung pada minyak bumi Iran.

Menanggapi sebuah pertanyaan, Pompeo mengatakan dia tidak tahu apakah sanksi akan memukul para manajer Swift, sistem perpesanan keuangan internasional, jika mereka terus berurusan dengan Iran.

"Pada tanggal 4 November, akan ada seperangkat aturan yang berbeda secara mendasar mengenai siapa saja yang menganggap perlu untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi dengan Republik Islam Iran. Ini adalah hari yang penting," kata Pompeo.

Dia menggarisbawahi bahwa banyak negara sudah mulai melepaskan diri.

Uni Eropa, yang terus mendukung perjanjian nuklir Iran, tidak berhasil untuk mendapatkan keringanan luas dan banyak perusahaan besar telah ditarik keluar dari negara itu karena takut hukuman AS.

Iran pada akhir Agustus mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional, menuntut penangguhan hukuman keuangan AS yang baru yang dikatakan menghancurkan ekonomi.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
1 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
4 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
5 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
6 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
7 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved