8 Alasan Pemerintah Haiti Meminta Bantuan Pasukan Multinasional

Rabu, 06 Maret 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Beberapa negara lainnya telah memberikan komitmen dukungan yang tidak ditentukan secara spesifik, terutama Spanyol dan Jamaika. Miami Herald telah melaporkan komitmen dari Mongolia, Guatemala, Italia dan Peru, dan El Salvador mengatakan mereka telah menawarkan "misi studi" untuk berbagi keahlian teknis yang dipelajari dari tindakan keras keamanan yang dilakukan negara Amerika Tengah tersebut.

7. Memicu Kekhawatiran Negara Tetangga

8 Alasan Pemerintah Haiti Meminta Bantuan Pasukan Multinasional

Foto/Reuters

Negara tetangganya, Republik Dominika, meskipun menyerukan pengerahan pasukan, sudah jelas tidak akan berpartisipasi dalam pasukan tersebut dan telah mendirikan pagar perbatasan serta meningkatkan patroli keamanannya. Presiden Haiti mengatakan dia tidak akan mengizinkan kamp pengungsi Haiti berada di wilayahnya.

Negara yang berbagi pulau miliknya dengan Haiti, telah mendeportasi puluhan ribu orang kembali melintasi perbatasan pada tahun lalu, yang menuai kritik dari PBB dan kelompok hak asasi manusia, dan tidak mengizinkan bayi migran Haiti yang lahir di negara tersebut untuk memiliki kewarganegaraan Dominika.

8. PBB Izinkan Pasukan Multinasional Tumpas Geng Bersenjata

8 Alasan Pemerintah Haiti Meminta Bantuan Pasukan Multinasional

Foto/Reuters

PBB telah memberi wewenang kepada Misi Dukungan Keamanan Multinasional untuk "mengambil semua tindakan yang diperlukan" terhadap orang-orang yang diduga sebagai anggota geng, sambil bekerja sama dengan polisi setempat di Haiti untuk mengamankan jalur bantuan kemanusiaan dan memastikan tindakan yang tegas untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut.

Sinisa Vukovic, dosen senior konflik di School of Advanced International Studies di Universitas Johns Hopkins, mengatakan bahwa meskipun mandat PBB jelas mengizinkan penggunaan kekuatan terhadap pelaku kekerasan terhadap warga sipil, masih belum jelas batasan apa yang akan diterapkan oleh negara-negara donor pada pasukan mereka.

Vukovic menunjuk pada tindakan yang terkait dengan pasukan penjaga perdamaian MINUSTAH yang mengakibatkan kematian dan cederanya puluhan warga sipil, yang pada saat itu dibenarkan sebagai pembelaan diri, namun ia menambahkan misi tersebut tidak sepenuhnya siap untuk melawan kekerasan di jalanan sambil menjaga keamanan warga sipil.

“Pertanyaan sebenarnya adalah: Apa yang berbeda kali ini?” Vukovic bertanya. “Jelas bahwa ini akan menjadi misi yang disatukan, dibentuk dan dikondisikan oleh kemauan politik negara-negara yang berkontribusi.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Operasi Venezuela,...
Setelah Operasi Venezuela, AS Kerahkan 3 Kapal Perang ke Negara Miskin Ini, Apa Rencana Trump?
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
4 Alasan Penjara di...
4 Alasan Penjara di Amerika Latin Jadi Tempat Terbentuknya Kartel Paling Berbahaya di Dunia
Terkonfirmasi! Bos Geng...
Terkonfirmasi! Bos Geng Palestina Antek Israel Tewas Dibunuh, Pukulan bagi Zionis
Antek Israel Pemimpin...
Antek Israel Pemimpin Geng Yasser Abu Shabab Dilaporkan Tewas di Gaza
2 Pria AS Ingin Rebut...
2 Pria AS Ingin Rebut Pulau Karibia dan Jadikan Penduduk Wanitanya sebagai Budak Seks
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Berita Terkini
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved