Inilah Insiden Menegangkan 2 Jet Tempur Prancis Cegat 2 Pesawat Su-30 Rusia

Minggu, 03 Maret 2024 - 08:31 WIB
loading...
Inilah Insiden Menegangkan...
Jet-jet tempur Prancis mencegat sepasang jet tempur Su-30 Rusia di atas Laut Baltik. Foto/X @NATO_AIRCOM
A A A
PARIS - NATO telah merilis video menegangkan tentang pencegatan dua pesawat tempur Su-30M Rusia oleh dua jet tempur Mirage 2000-5 Prancis di atas Laut Baltik.

Mengutip EurAsian Times, Sabtu (2/3/2024), insiden berisiko tinggi itu terjadi pada 29 Februari. Namun rekaman videonya baru dirilis NATO pada 1 Maret.

Itu menandai momen tegang dalam hubungan yang sudah memanas antara NATO dan Rusia.

"Lihat bagaimana penampakannya ketika dua Mirage 2000-5 Prancis mencegat dua pesawat Su-30M Rusia di atas Laut Baltik," tulis Komando Angkatan Udara NATO di akun X-nya, @NATO_AIRCOM sebagai keterangan dari video yang dirilis.

Baca Juga: Filnlandia Senang Gabung NATO karena Dilindungi Senjata Nuklir AS

Insiden tersebut terjadi ketika pesawat tempur Prancis, yang merupakan bagian dari misi Kepolisian Udara Baltik NATO, bergegas mencegat jet Rusia ketika mereka mendekati wilayah udara internasional.

Menurut aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut, aksi jet Mirage 2000-5 bergerak dan mencegat Su-30M menunjukkan komitmen NATO untuk menjaga wilayah udara negara-negara anggotanya.

Setelah intersepsi di Laut Baltik, pesawat tempur Prancis ditugaskan kembali ke misi baru, di mana mereka sekali lagi mencegat pesawat Rusia, kali ini AN-72, yang terbang di wilayah udara internasional di utara Polandia.

Respons yang cepat dan intersepsi yang efisien menyoroti kesiapan dan kemampuan pasukan NATO di wilayah tersebut.

Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Prancis (EMA) menyatakan bahwa pesawat tempur Su-30-M Rusia dicegat di lepas pantai Latvia, sedangkan pesawat angkut An-72 dicegat di lepas pantai Lithuania.

Konfrontasi udara terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik tajam terhadap Barat.

Putin memperingatkan penggunaan senjata nuklir terhadap negara-negara NATO jika mereka mengerahkan pasukan untuk membantu Ukraina melawan potensi kemenangan Rusia.

Meskipun sebagian besar pidato Putin di Majelis Federal Rusia berfokus pada masalah dalam negeri, dia mengeluarkan peringatan keras, yang mengindikasikan tindakan pembalasan terhadap Barat jika wilayah Rusia diserang.

Bahkan ketika dia menyoroti kesiapan kekuatan nuklir strategis Rusia, Putin mengatakan bahwa para pemimpin Barat memandang perang sebagai “sebuah kartun".

Dia dengan bangga menegaskan penggunaan senjata hipersonik berkemampuan nuklir Rusia yang mutakhir, seperti rudal Kinzhal dan Zircon, di Ukraina, dengan sistem tambahan yang hampir selesai dalam tahap pengujian.

Setelah perang Rusia-Ukraina pecah, NATO secara signifikan memperkuat pertahanan udaranya di sisi timur, mengerahkan jet tempur tambahan dan pertahanan udara berbasis darat sambil melakukan penerbangan pengawasan.

Menanggapi serbuan Rusia di dekat wilayah NATO, jet-jet tempur aliansi telah dikerahkan ke Rumania.

Sepanjang tahun 2023, Angkatan Udara NATO di seluruh Eropa bergegas lebih dari 300 kali untuk mencegat pesawat militer Rusia yang mendekati wilayah udara aliansi, dengan sebagian besar pencegatan ini terjadi di Laut Baltik.

NATO mempertahankan misi pengawasan udara yang mengamanatkan jet Sekutu untuk melakukan serangan di hadapan pesawat militer Rusia yang menunjukkan perilaku tak terduga di dekat wilayah udara sekutu.

Di sisi timur NATO, pesawat militer Rusia memiliki sejarah tidak mengirimkan kode transponder yang menunjukkan posisi dan ketinggiannya, lalai melaporkan rencana penerbangan, dan menghindari komunikasi dengan pengawas lalu lintas udara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved