Tingkat Partisipasi Pemilu di Iran Hanya 40%, Kubu Konservatif Diperkirakan Menang

Sabtu, 02 Maret 2024 - 21:50 WIB
loading...
Tingkat Partisipasi...
Tingkat partasipasi pemilu di Iran hanya 40%. Foto/Reuters
A A A
TEHERAN - Jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemilihan parlemen Iran , yang dipandang sebagai ujian terhadap legitimasi kelompok ulama, tampaknya telah mencapai titik terendah dalam sejarah, yaitu sekitar 40%.

Kelompok moderat tidak ikut serta dalam pemilu hari Jumat (1/3/2024). Sedangkan kelompok reformis menyebutnya tidak bebas dan tidak adil karena pemilu ini terutama merupakan pertarungan antara kelompok garis keras dan kelompok konservatif yang setia pada cita-cita revolusioner Islam.

Mohammad Khatami, presiden reformis pertama Iran, termasuk di antara kritikus yang tidak memberikan suara pada Jumat.

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian yang dipenjara, Narges Mohammadi, seorang pembela hak-hak perempuan, dalam pernyataan yang dibagikan keluarganya kepada Reuters, menyebut pemilu itu "palsu".

Surat kabar Hamshahri dan Kayhan melaporkan bahwa jumlah pemilih diperkirakan sekitar 40%, sejalan dengan survei resmi menjelang pemungutan suara yang memperkirakan sekitar 41% warga Iran yang memenuhi syarat akan memilih.

Hamshahri menyebut jumlah pemilih yang hadir sebagai “tamparan 25 juta” untuk menyerukan boikot pemilu, dalam judul halaman depan di samping gambar kertas suara yang menampar wajah Presiden AS Joe Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved