alexametrics

Trump: Dana Bantuan Suriah Itu Konyol, Biarkan Saudi yang Membayarnya

loading...
Trump: Dana Bantuan Suriah Itu Konyol, Biarkan Saudi yang Membayarnya
Presiden AS Donald Trump. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji penghentian dana untuk stabilisasi Suriah yang dilanda perang sebesar USD230 juta. Ia menyatakan, AS akan membelanjakan dana itu untuk militer dan sekutunya.

AS secara resmi mengakhiri dukungan untuk proyek stabilisasi di Suriah pada hari Jumat. Sebelumnya, dana itu telah dibekukan selama berbulan-bulan setelah Parlemen melarang penggunaan dana untuk wilayah yang dikendalikan pemerintah Suriah.

Baca: AS Hentikan Dana Bantuan untuk Suriah

"AS telah mengakhiri dana stabilisasi Suriah sebesar USD230 juta setiap tahun yang konyol," cuit Trump di akun Twitternya.



"Arab Saudi dan negara-negara kaya lainnya di Timur Tengah akan mulai melakukan pembayaran bukannya AS," sambungnya.

"Saya akan membangun Amerika, militer kita, dan negara-negara yang membantu kita," tukasnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (19/8/2018).

Trump telah lama berjanji akan menarik AS dai Suriah, tetapi sejauh ini hanya dana bantuan menjadi satu-satunya yang telah ditarik. Kehadiran militer AS dan dukungan untuk pejuang anti pemerintah tetap ada serta, menurut diplomat Brett McGurk, bersiap untuk fase terakhir ofensif terhadap ISIS.

Sekretaris Departemen Luar Negeri Heather Nauert sebelumnya mengatakan bahwa penghentian dana bantuan tidak mewakili pengurangan komitmen AS terhada tujuan strategisnya di Suriah.

Tujuan-tujuan tersebut adalah kekalahan ISIS dan penarikan pasukan yang disponsori Iran, pro-Assad. Tetapi gagasan bahwa Assad harus pergi telah disuarakan oleh para pejabat Washington sejak AS terlibat dalam perang sipil Suriah dan mengambil sisi mendukung pemberontak.

Sejumlah pihak melihat penghentian dana bantuan menjadi titik kekalahan dari Rusia dalam konflik proksi di Suriah. Senator Bob Menendez menuduh Trump menggelar karpet merah untuk Rusia dan Iran, yang akan menangkap kevakuman kehadiran dan bantuan AS untuk menggandakan dukungan mereka terhadap rezim Assad.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak