Kata Putin, Barat Goda Rusia untuk Perang Nuklir Besar-besaran!

Jum'at, 01 Maret 2024 - 07:05 WIB
loading...
Kata Putin, Barat Goda...
Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya di Parlemen mengatakan Barat telah menggoda Rusia untuk perang nuklir besar-besaran. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengatakan Barat telah menggoda Rusia untuk perang nuklir besar-besaran.

Dia memperingatkan bahwa Moskow memiliki persenjataan nuklir yang sangat besar, yang berada dalam kondisi kesiapan penuh untuk pengerahan.

Peringatan presiden Rusia itu disampaikan dalam pidatonya di hadapan para legislator di Moskow pada hari Kamis. Dia juga sekali lagi menuduh Barat menghasut konflik Ukraina.

Putin membahas topik ini dalam risalah pembukaan pidato kenegaraan tahunannya, sebuah acara penting di mana presiden menyatakan rencana dan prioritasnya dalam pidato yang disiarkan televisi di depan kedua majelis Majelis Federal Rusia, badan legislatif nasional.

Baca Juga: Unjuk Kekuatan pada Barat, Putin Piloti Pesawat Pengebom Nuklir Rusia

Orang nomor satu Rusia ini bersikeras bahwa klaim baru-baru ini oleh para pejabat Barat bahwa Moskow berencana menyerang NATO adalah omong kosong.

"Pada saat yang sama, negara-negara tersebut memilih target untuk melakukan serangan di wilayah kami,” katanya, seperti dikutip RT, Jumat (1/3/2024).

"Kini ada pembicaraan untuk menyebarkan kontingen militer NATO ke Ukraina," lanjut dia.

Putin mengingatkan calon agresor bahwa semua upaya sebelumnya untuk menaklukkan Rusia telah berakhir dengan kegagalan.

"Sekarang konsekuensinya bagi calon penjajah akan jauh lebih tragis," ujarnya.

Diamemperingatkan bahwa Rusia memiliki persenjataan nuklir yang sangat besar. "Yang berada dalam kondisi kesiapan penuh untuk jaminan penempatan," paparnya.

“Semua yang mereka pikirkan saat ini, yang menakut-nakuti dunia, semuanya benar-benar menimbulkan ancaman konflik yang melibatkan senjata nuklir, dan kehancuran peradaban. Apakah mereka tidak memahami hal ini?”

Presiden Rusia tersebut menyatakan bahwa para politisi Barat yang melontarkan pernyataan eskalasi tersebut sudah melupakan apa itu perang.

"Berbeda dengan orang-orang Rusia, yang telah menghadapi ujian sulit dalam beberapa dekade terakhir, orang-orang Barat tampaknya menganggap bahwa ini hanyalah sebuah kartun,” ujar Putin.

Pernyataannya muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron memikirkan gagasan kemungkinan penempatan pasukan militer Barat ke Ukraina ketika berbicara dengan wartawan pada hari Senin, dengan mengatakan: “Dalam hal dinamika, kami tidak dapat mengecualikan apa pun.”

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg segera menekankan bahwa tidak ada rencana untuk menempatkan pasukan tempur NATO di lapangan di Ukraina.

Kanselir Jerman Olaf Scholz, pada gilirannya, menyatakan bahwa tidak akan ada pasukan darat. "Tidak ada tentara di tanah Ukraina, yang dikirim ke sana oleh negara-negara Eropa atau NATO di masa depan," katanya.

Para pemimpin Polandia, Republik Ceko, Swedia dan Finlandia juga memberikan jaminan serupa bahwa mereka tidak akan mengirim tentara ke Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahaya dari gagasan Macron."Perkembangan seperti itu berarti bahwa kita harus berbicara bukan tentang kemungkinannya, melainkan tentang keniscayaan konfrontasi militer habis-habisan antara NATO dan Rusia," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved