AS Kerja Keras Stop Ketergantungan pada Mesin Roket Rusia

Senin, 13 Agustus 2018 - 12:05 WIB
AS Kerja Keras Stop...
AS Kerja Keras Stop Ketergantungan pada Mesin Roket Rusia
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat bekerja keras untuk menghentikan ketergantungannya pada mesin roket RD-180 Rusia. Administator Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) AS, Jim Bridenstine, mengungkapnya.

Pada bulan Agustus ini pemerintah Presiden Donald Trump mengumumkan penjatuhan sanksi baru terhadap Rusia sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia Moskow terhadap mantan perwira intelijen Rusia Sergei Skripal di kota Salisbury, Inggris, pada bulan Maret.Baca: Rusia Ancam Akan Melarang Penjualan Mesin Roketnya ke AS
Kepala Komite Anggaran Majelis Tinggi Rusia, Sergei Ryabukhin, kepada Sputnik telah mengancam bahwa Moskow bisa mengambil opsi melarang penjualan mesin roket RD-180 kepada Washington sebagai balas dendam atas sanksi yang dijatuhkan AS.

"Amerika Serikat bekerja sangat keras untuk tidak bergantung pada mesin RD-180. NASA adalah yang unik dari (badan) pemerintah federal lainnya dalam arti bahwa ketika hubungan menjadi sulit di antara negara-negara, ketika mereka tidak begitu baik, NASA mampu mempertahankan hubungan itu," kata Bridenstine dalam sebuah wawancara dengan penyiar C-SPAN, yang dilansir Senin (13/8/2018).

Bridenstine menekankan bahwa NASA tidak ingin bergantung pada Rusia, tetapi ingin mempertahankan hubungan baik dengan Moskow.

Rusia memasok mesin RD-180 ke AS berdasarkan kontrak tahun 1997. Program luar angkasa AS bergantung pada mesin buatan Rusia itu untuk menyalakan tahap pertama roket Atlas V, yang digunakan untuk mengirim muatan besar ke luar angkasa.

Pada akhir Juli, Igor Arbuzov, kepala produsen mesin roket utama Rusia JSC NPO Energomash, mengatakan bahwa perusahaannya telah menandatangani perjanjian baru dengan United Launch Alliance untuk pengiriman enam mesin roket RD-180 yang digunakan untuk penerbangan roket Atlas V pada tahun 2020.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
42 menit yang lalu
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
1 jam yang lalu
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
2 jam yang lalu
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
3 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
4 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved