Kapal dan 32 Awaknya Ini Lenyap Misterius 120 Tahun, Penyebabnya Kini Terungkap

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:19 WIB
loading...
Kapal dan 32 Awaknya...
Kapal SS Nemesis yang lenyap misterius bersama 32 awaknya selama 120 tahun di lepas pantai Australia telah ditemukan. Penyeban tragedi ini juga telah terungkap. Foto/via New York Post
A A A
SYDNEY - Sebuah kapal pengangkut batu bara lenyap misterius di lepas pantai New South Wales, Australia, pada tahun 1904. Setelah 120 tahun, kapal pembawa 32 orang itu akhirnya ditemukan dan penyebabnya terungkap.

Selama lebih dari seabad, hilangnya kapal bernama SS Nemesis itu menjadi misteri.

SS Nemesis sedang mengangkut batu bara ke Melbourne pada bulan Juli 1904 ketika terjebak dalam badai dahsyat di lepas pantai New South Wales dan menghilang bersama 32 awaknya.

Sebelum ditemukan, hilangnya kapal SS Nemesis sepanjang 240 kaki itu telah menimbulkan kegaduhan di media dan perhatian publik yang besar.

Baca Juga: Misteris Malaysia Airlines MH370 Lenyap Misterius Bersama 239 Orang, Eks Pilot Duga Disengaja

Subsea Professional Marine Services, sebuah perusahaan penginderaan jarak jauh yang mencari kapal kargo yang hilang di dasar laut lepas pantai Sydney pada tahun 2022, secara tidak sengaja menemukan bangkai kapal yang hilang.

Bangkai kapal itu sama sekali tidak tersentuh, berada sekitar 16 mil di lepas pantai New South Wales dan di bawah permukaan air hampir 525 kaki.

Perusahaan itu mencurigai kapal yang tenggelam di bawah laut tersebut adalah SS Nemesis, namun mereka harus menggunakan citra bawah air khusus untuk memastikan ciri khas bangkai kapal tersebut selaras dengan foto-foto sejarah dan sketsa dari si kapal pengangkut batu bara.

Gambar menunjukkan bangkai kapal yang terbuat dari besi itu terletak tegak di dataran berpasir. Haluan dan buritannya rusak parah.

Dari penemuan tersebut terungkap bahwa kapal tersebut tenggelam karena mesinnya kewalahan akibat badai.

Para pakar yakin SS Nemesis mulai tenggelam begitu cepat setelah dihantam gelombang besar sehingga awak kapal tidak sempat mengerahkan sekoci.

Para pejabat terkait telah mendesak keluarga-keluarga yang kehilangan leluhur di kapal tersebut untuk melapor.

“Sekitar 40 anak kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan ini dan saya berharap penemuan ini dapat membawa penutupan bagi keluarga dan teman-teman yang terkait dengan kapal tersebut yang tidak pernah mengetahui nasib kapal itu,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Warisan NSW Penny Sharpe, seperti dikutip New York Post, Selasa (27/2/2024).

Anggota Parlemen lokal Wollongong, Paul Scully, mencatat bahwa hanya 105 dari lebih dari 200 bangkai kapal yang diyakini telah ditemukan di lepas pantai New South Wales, dan memuji “penemuan penting” tersebut.

Menteri Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic juga memuji penemuan tersebut, yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi keturunan 32 pelaut yang tewas di kapal SS Nemesis.

“Setiap orang Australia harus menyadari rasa ingin tahu dan kegigihan yang ditunjukkan para ilmuwan kami dalam proyek ini, seperti yang mereka lakukan dalam semua pekerjaan mereka,” kata Husic.

Para pejabat mengatakan anggota awak yang hilang berasal dari Australia, Inggris, dan Kanada.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved