Bagaimana Ujaran Kebencian Anti-Muslim Menyebar di India?

Senin, 26 Februari 2024 - 20:40 WIB
loading...
A A A
Prem Shukla, juru bicara nasional BJP, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa partai tersebut menentang “kekuatan fundamentalis Islam” dan menuduh bahwa data HHI mewakili “gambaran situasi yang bias”.

“Negara-negara sekuler lainnya menargetkan komunitas mayoritas Hindu dengan ujaran kebencian, namun tidak ada yang mau membicarakannya,” kata Shukla dalam sebuah wawancara telepon, dilansir Al Jazeera. Dia juga menolak laporan IHL, menuduh bahwa mereka yang berada di belakang laporan tersebut “telah bersumpah untuk menghancurkan BJP”.

4. Dikendalikan Terstruktur dan Sistematis

Bagaimana Ujaran Kebencian Anti-Muslim Menyebar di India?

Foto/Reuters

Berdasarkan laporan tersebut, terdapat 498 peristiwa ujaran kebencian, yang merupakan 75 persen, terjadi di negara bagian yang diperintah oleh BJP atau di wilayah yang secara efektif diatur oleh pemerintah pusat. Di antara 10 negara bagian dengan peristiwa ujaran kebencian terbanyak, enam di antaranya dikuasai oleh BJP sepanjang tahun.

Tiga negara bagian lainnya, Rajasthan, Karnataka, dan Chhattisgarh menyelenggarakan pemilihan legislatif pada tahun 2023, di mana kekuasaan berpindah tangan: Rajasthan dan Chhattisgarh berpindah dari partai oposisi Kongres ke BJP, dan Karnataka dari BJP ke Kongres. Bihar, negara bagian terakhir dari 10 negara bagian dengan kasus ujaran kebencian terbanyak, diperintah oleh koalisi oposisi hingga bulan lalu, ketika menteri utamanya berpindah pihak untuk bergabung dengan aliansi yang dipimpin BJP.

Lebih dari 77 persen pidato yang berisi seruan langsung untuk melakukan kekerasan terhadap umat Islam juga disampaikan di negara bagian dan teritori yang diperintah oleh BJP.

Sepertiga dari seluruh peristiwa ujaran kebencian yang didokumentasikan oleh IHL diselenggarakan oleh dua organisasi sayap kanan, Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan Bajrang Dal, yang terkait dengan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), mentor ideologis BJP. Pada tahun 2018, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat menandai VHP dan Bajrang Dal sebagai “organisasi militan agama”.

“Analisis kami menunjukkan bahwa ujaran kebencian anti-Muslim telah dinormalisasi dan menjadi bagian dari ranah sosial-politik India,” kata Raqib Hameed Naik, pendiri IHL. “Kami memperkirakan merajalelanya penggunaan kebencian anti-Muslim selama pemilihan umum mendatang untuk mempolarisasi pemilih.”

5. Selalu Berkaitan dengan Konspirasi Islamofobia

Bagaimana Ujaran Kebencian Anti-Muslim Menyebar di India?

Foto/Reuters

Laporan tersebut mendokumentasikan bahwa 63 persen dari total 668 peristiwa ujaran kebencian merujuk pada teori konspirasi Islamofobia.

Teori-teori tersebut mencakup “jihad cinta”, sebuah dugaan fenomena di mana laki-laki Muslim memikat perempuan Hindu untuk menikahi mereka dan masuk Islam; “jihad darat”, yang menuduh umat Islam menduduki lahan publik dengan membangun bangunan keagamaan atau mengadakan salat; “jihad halal”, yang memandang praktik Islam sebagai pengecualian ekonomi bagi pedagang non-Muslim; dan “jihad populasi”, yang menuduh bahwa umat Islam bereproduksi dengan tujuan untuk melebihi jumlah dan mendominasi populasi lain.

Semua teori konspirasi ini telah dibantah: Data pemerintah, misalnya, menunjukkan bahwa tingkat kesuburan umat Islam menurun lebih cepat dibandingkan dengan komunitas besar lainnya di India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved