Ketegangan Memanas, Kanada Nyaris Usir Pengungsi Saudi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 07:08 WIB
Ketegangan Memanas,...
Ketegangan Memanas, Kanada Nyaris Usir Pengungsi Saudi
A A A
OTTAWA - Tindakan Arab Saudi yang mengusir Duta Besar Kanada Dennis Horak dari Riyadh telah membuat ketegangan kedua negara memanas. Ottawa bahkan nyaris mengusir seorang pengungsi Saudi.

Namun, tindakan Ottawa dicegah oleh sebuah komite PBB. Pengungsi Saudi dengan nama pendek Omar telah bersiap-siap untuk dideportasi oleh otoritas Kanada pada Rabu pagi. Namun, komite PBB untuk pengungsi bertindak cepat untuk mencegahnya.

Omar telah ditahan di fasilitas penahanan Laval, Quebec, Sejak 26 Juli sambil menunggu deportasi yang dijadwalkan berlangssung Rabu pagi. Omar sudah cemas akan keselamatannya jika diusir untuk pulang ke negaranya.

Salah satu pengacaranya, Anne Castagner, telah mengonfirmasi bahwa Omar tidak berada pada penerbangan pukul 07.30 pagi untuk meninggalkan Kanada. Menurutnya, pengungsi Saudi itu sekarang berada di rumah sakit, tanpa diketahui penyebabnya.

"Fakta bahwa itu harus naik ke PBB, bagi kami, itu adalah pemborosan total uang Kanada, pemborosan sumber daya dan waktu untuk semua orang," kata Castagner kepada CBC News, yang dilansir Kamis (9/8/2018).

Seorang hakim Pengadilan Federal menolak penundaan deportasi dalam putusannya Selasa sore. Alasannya, Omar telah menarik permintaan suaka di Kanada pada tahun lalu.

Castagner mengatakan bahwa mengingat kehancuran hubungan luar negeri saat ini antara Arab Saudi dan Kanada, serta catatan hak asasi manusia Arab Saudi, keputusan hakim itu "tidak masuk akal".

Omar dan keluarganya adalah bagian dari komunitas Muslim Syiah, kelompok minoritas di Saudi.

Istri Omar, yang identitasnya dirahasiakan CBC, mengatakan bahwa dia sudah berbicara dengan suaminya. Menurutnya, sang suami merasa "terlahir kembali" karena dia belum dideportasi Rabu pagi.

"Saya mendengar suaranya dan saya merasa lebih baik," katanya dalam sebuah wawancara dari apartemen kecil keluarga itu.

Tiba di Kanada pada musim semi telah membawa harapan keluarga Omar bahwa mereka dapat membangun kehidupan dengan ketenangan pikiran. Mereka mengibarkan bendera Kanada di ruang tamu lagi setelah melakukannya bertahun-tahun.

"Saya benar-benar takut karena pada awalnya saya memiliki harapan dan itu rusak," kata istri Omar.

Ketegangan diplomatik antara Riyadh dan Ottawa dimulai ketika Kanada mengecam penangkapan para aktivis perempuan. Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan "sangat prihatin" dengan tindakan Saudi dan menyerukan pembebasan semua aktivis yang dipenjara.

Kecaman itu membuat Riyadh marah dan menganggap Ottawa sudah ikut campur urusan dalam negeri Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Pengkritik Saudi di...
Pengkritik Saudi di Kanada Jadi Target Pembunuhan atau Penculikan
Dubes Kanada Akui Pentingnya...
Dubes Kanada Akui Pentingnya Agama, Budaya dan Ekonomi Madinah bagi Arab Saudi
Arab Saudi Senang Inggris,...
Arab Saudi Senang Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina
Perwira Saudi Penghubung...
Perwira Saudi Penghubung Intelijen 5 Mata Jadi Target MBS
Negara yang Warganya...
Negara yang Warganya Pernah Dilarang Arab Saudi untuk Haji karena Konflik Politik
Pria asal Arab Saudi...
Pria asal Arab Saudi Mengaku Bersalah Jadi Narator Video ISIS
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
2 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
3 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
4 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
5 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
5 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
6 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved