AS: Putin Gagalkan Amerika untuk Membarat-baratkan Rusia

Senin, 26 Februari 2024 - 07:53 WIB
loading...
AS: Putin Gagalkan Amerika...
Amerika Serikat akui Presiden Vladimir Putin telah gagalkan rencana Amerika untuk membarat-baratkan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa Presiden Vladimir Putin telah menggagalkan rencana Amerika untuk "membarat-baratkan" Rusia.

Itu disampaikan Pelaksana Tugas Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland kepada CNN.

Nuland menjelaskan bahwa Washington menginginkan pemimpin yang patuh di Kremlin yang akan “membarat-baratkan” Rusia.

“Sejujurnya, bukan Rusia [sekarang ini] yang kami inginkan,” kata Nuland kepada Christiane Amanpour dari CNN.

“Kami menginginkan mitra yang bersifat westernisasi, yaitu Eropa. Tapi bukan itu yang dilakukan Putin," katanya lagi, yang dilansir RT, Senin (26/2/2024).

Baca Juga: Dihina Biden dengan Sebutan Keparat Gila, Ini Respons Santai Putin

Pendahulu Putin, Boris Yeltsin, mendapat dukungan Washington ketika dia mengawasi privatisasi ekonomi Rusia yang terburu-buru pada tahun 1990-an.

Reformasi yang dilakukan Yeltsin menyebabkan bangkitnya kelompok yang disebut "oligarki", yang mengumpulkan kekayaan besar dengan menjual sumber daya alam Rusia kepada pembeli Barat, sementara mayoritas penduduknya menghadapi penurunan angka harapan hidup, melonjaknya angka kejahatan dan pembunuhan, serta jatuhnya rubel.

Putin, yang pertama kali menjabat pada tahun 2000, dikenal luas karena berhasil menjinakkan kaum oligarki, menegakkan ketertiban umum, dan membalikkan kemerosotan ekonomi dan sosial pada tahun 1990-an.

Putin awalnya mencari hubungan persahabatan dengan Barat, dan mengatakan kepada jurnalis Amerika Tucker Carlson awal bulan ini bahwa dia bertanya kepada Presiden AS saat itu Bill Clinton apakah Rusia suatu hari nanti bisa bergabung dengan NATO, namun ditolak.

Namun Putin menghubungi penerus Clinton, George W Bush, dengan usulan agar AS, Rusia, dan Eropa bersama-sama menciptakan sistem pertahanan rudal.

Meskipun tim Bush pada awalnya menyatakan ketertarikannya, Putin mengatakan: “Pada akhirnya mereka hanya menyuruh kami pergi.”

Kombinasi ekspansi NATO, dukungan Amerika terhadap kelompok "jihad" di Kaukus, dan orkestrasi Nuland terhadap kudeta di Ukraina pada tahun 2014 memperjelas bahwa AS dan sekutunya tidak tertarik untuk bekerja sama, kata Putin kepada Carlson.

Nuland mengatakan kepada Amanpour bahwa Putin telah “menghancurkan negaranya sendiri” dengan melakukan intervensi di Ukraina, dan bahwa AS akan terus memperketat pengawasannya, mungkin dengan memasok senjata ke Kyiv dan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Moskow.

Namun, serangkaian sanksi berturut-turut telah gagal untuk menyudutkan perekonomian Rusia, seperti yang diperkirakan oleh Presiden AS Joe Biden pada tahun 2022.

Sebaliknya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa perekonomian Rusia akan tumbuh sebesar 2,6% pada tahun 2024, sementara AS akan tumbuh sebesar 2,1%.

Demikian pula, masuknya senjata-senjata Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya gagal menyelamatkan serangan balasan musim panas Ukraina dari kegagalan.

Operasi tersebut gagal pada musim gugur setelah Kiev kehilangan sekitar 160.000 tentara dan gagal merebut kembali wilayahnya yang hilang, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

Para pejabat Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan perundingan untuk mengakhiri konflik tersebut, namun Ukraina harus menerima hilangnya bekas wilayahnya dan berkomitmen pada netralitas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved