4 Kekalahan Terburuk AS dalam Perang, 2 di Antaranya di Asia Tenggara

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:56 WIB
loading...
A A A
Tercatat, setidaknya 58.220 prajurit tewas dalam Perang Vietnam. Itu menjadi momen terburuk yang dialami Amerika antara tahun 1967 hingga 1969.

Waktu itu, lebih dari 40.000 tentara AS terbunuh. Akibatnya, mereka terpaksa menarik diri dari Asia Tenggara dan menyerahkan kendali Vietnam kepada rezim komunis.

2. Perang Korea


Berikutnya ada Perang Korea (1950-1953). Peristiwa berdarah ini juga sering dianggap sebagai salah satu kekalahan besar bagi Amerika Serikat.

Perang Korea mempertemukan kekuatan komunis Korea Utara yang dibantu Uni Soviet dan China melawan Korea Selatan yang didukung pasukan PBB pimpinan Amerika Serikat. Perang ini tercatat menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah.

Meski berada sebagai pihak pendukung Korea Selatan, AS harus kehilangan banyak tentara. Mayoritas dari mereka tewas akibat pertempuran.

Secara keseluruhan, Perang Korea menyebabkan 5 juta orang (tentara dan warga sipil) menjadi korban jiwa. Mengutip data Statista, ada sekitar 36.000 di antaranya yang ternyata adalah tentara AS.

3. Pertempuran Filipina 1941-1942


Biasa dikenal juga sebagai Philippines Campaign, momen ini terjadi ketika Jepang melakukan invasi terhadap wilayah Amerika Serikat di Filipina. Penaklukan Jepang ini menjadi salah satu bencana militer terburuk dalam sejarah AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved