Sentimen Anti-China dan Serangan terhadap Tionghoa Meningkat di Pakistan

Jum'at, 16 Februari 2024 - 17:47 WIB
loading...
A A A
Pada Juli 2020, protes besar-besaran pecah di Muzaffarabad di Kashmir yang diduduki Pakistan terhadap China, yang mengecam China atas pembangunan ilegal pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Neelum Jhelum dan Kohala. Para pengunjuk rasa menyoroti dampak lingkungan dari bendungan yang dibangun oleh China di bawah inisiatif CPEC.

Hubungan Bilateral China-Pakistan


Menanggapi serangkaian serangan ini, para pejabat China secara terbuka menyatakan keprihatinan atas serangan-serangan tersebut dan mendesak Pakistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok ekstremis yang menargetkan warga negara China. Pertemuan tingkat tinggi antara pejabat China dan Pakistan berfokus pada kerja sama keamanan dan pembagian intelijen.

China telah berulang kali memusatkan perhatian pada perlunya lingkungan yang aman untuk proyek-proyek CPEC. Hal ini termasuk mengerahkan personel keamanan tambahan, menerapkan kontrol akses yang lebih ketat, dan melakukan penilaian risiko secara berkala.

China bahkan telah mengembangkan rencana darurat untuk mengevakuasi warganya jika terjadi keadaan darurat. Rencana tersebut mencakup jalur evakuasi, protokol komunikasi, dan koordinasi dengan instansi terkait.

Mengingat tingginya nilai CPEC, Pakistan telah mengambil tindakan balasan terhadap kelompok-kelompok seperti Tentara Pembebasan Balochistan (BLA), yang telah melakukan serangan terhadap proyek-proyek ekonomi yang terkait dengan China. Upaya-upaya ini terkadang dikoordinasikan dengan China untuk melindungi warga negara dan kepentingan China.

Tim investigasi gabungan yang terdiri dari pejabat China dan Pakistan bekerja sama untuk mengidentifikasi pelaku dan mencegah insiden di masa depan.

Pakistan telah memperluas keamanan tingkat CPEC ke semua perusahaan China dan membatasi pergerakan warga negara China. Hal ini termasuk mengerahkan personel keamanan tambahan, menerapkan kontrol akses yang lebih ketat, dan melakukan penilaian risiko secara berkala.

Pakistan dan China telah sepakat untuk menggunakan kendaraan antipeluru untuk semua pergerakan luar ruangan warga negara China yang bekerja pada proyek CPEC. Langkah ini bertujuan untuk melindungi mereka dari serangan teroris. Namun, tantangannya di lapangan masih tetap ada.

Meski tidak disebutkan secara eksplisit, pengaruh ekonomi dan politik China di Pakistan memungkinkan China untuk memberikan tekanan secara tidak langsung. Keberhasilan CPEC sangat penting bagi kedua negara, dan gangguan apa pun terkait ancaman keamanan dapat berdampak pada hubungan bilateral.

Secara keseluruhan, situasi kerja sama China dan Pakistan rapuh, dan upaya terus dilakukan untuk memitigasi risiko serta memastikan lingkungan yang aman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat.

Meski Pakistan telah menjadi “ladang pembunuhan” bagi orang-orang China, Beijing tidak pernah mengkritik pemerintah Pakistan atau lembaga penegak hukumnya atas kegagalan mereka menghentikan serangan terhadap warga negara China di sana.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved