Janda Bos ISIS Akui Kayla Mueller Budak Abu Bakr al-Baghdadi
Jum'at, 16 Februari 2024 - 07:39 WIB
loading...
A
A
A
Washington mengumumkan pada bulan Oktober 2019 bahwa pasukan AS telah membunuh al-Baghdadi dalam sebuah operasi di barat laut Suriah, sekitar lima tahun setelah dia memproklamirkan “kekhalifahan” Islam yang dia dan para milisinya pimpin dengan brutal di sebagian besar wilayah Irak dan negara tetangga Suriah.
Pasukan koalisi AS mengalahkan ISIS di Irak pada tahun 2017, dan dua tahun kemudian di Suriah. Namun sisa-sisa kelompok tersebut terus menyerang warga sipil dan pasukan keamanan di kedua negara.
Asma mengatakan kepada Al Arabiya bahwa al-Baghdadi dan para pemimpin ISIS lainnya terobsesi dengan perempuan.
Asma, yang menikah dengan al-Baghdadi pada tahun 1999, mengatakan bahwa mendiang suaminya memiliki lebih dari 10 wanita Yazidi sebagai budak, dan menambahkan bahwa al-Baghdadi juga pernah menikahi seorang gadis berusia 13 tahun.
Menurutnya, setelah ISIS menguasai wilayah yang luas di Suriah dan Irak, al-Baghdadi menjadi semakin sombong, dan menaruh harapan akan pengakuan internasional.
Asma menambahkan bahwa al-Baghdadi memiliki aspirasi agar kelompoknya memperluas kendalinya hingga ke Eropa.
“Perempuan asing memainkan peran utama dalam menarik para milisi,” katanya.
Asma mengatakan dia menikah dengan al-Baghdadi pada tahun 1999, dan menambahkan bahwa mendiang suaminya saat itu sedang mengejar gelar master di sebuah universitas Islam.
Pasukan koalisi AS mengalahkan ISIS di Irak pada tahun 2017, dan dua tahun kemudian di Suriah. Namun sisa-sisa kelompok tersebut terus menyerang warga sipil dan pasukan keamanan di kedua negara.
Pria ISIS Terobsesi dengan Perempuan
Asma mengatakan kepada Al Arabiya bahwa al-Baghdadi dan para pemimpin ISIS lainnya terobsesi dengan perempuan.
Asma, yang menikah dengan al-Baghdadi pada tahun 1999, mengatakan bahwa mendiang suaminya memiliki lebih dari 10 wanita Yazidi sebagai budak, dan menambahkan bahwa al-Baghdadi juga pernah menikahi seorang gadis berusia 13 tahun.
Menurutnya, setelah ISIS menguasai wilayah yang luas di Suriah dan Irak, al-Baghdadi menjadi semakin sombong, dan menaruh harapan akan pengakuan internasional.
Asma menambahkan bahwa al-Baghdadi memiliki aspirasi agar kelompoknya memperluas kendalinya hingga ke Eropa.
“Perempuan asing memainkan peran utama dalam menarik para milisi,” katanya.
Al-Baghdadi Awalnya Normal
Asma mengatakan dia menikah dengan al-Baghdadi pada tahun 1999, dan menambahkan bahwa mendiang suaminya saat itu sedang mengejar gelar master di sebuah universitas Islam.
Lihat Juga :