Turki Keluarkan Lisensi Eksplorasi Mediterania, Macron Ancam Kerahkan Militer

Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:16 WIB
loading...
Turki Keluarkan Lisensi...
Presiden Prancis, Emmanuel Macron melemparkan kritikan keras atas keputusan Turki yang akan menerbitkan lisensi eksplorasi dan pengeboran gas di Mediterania timur. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Presiden Prancis , Emmanuel Macron melemparkan kritikan keras atas keputusan Turki yang akan menerbitkan lisensi eksplorasi dan pengeboran gas di Mediterania timur. Macron mengatakan, Prancis akan merespon hal itu dengan mengerahkan Angkatan Laut mereka ke wilayah tersebut.

"Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania untuk menunjukkan bahwa hukum internasional harus dihormati," kata Macron dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (13/8/2020). ( Baca juga: Turki Keluarkan Lisensi Eksplorasi Mediterania, Yunani Murka )

Macron kemudian mengatakan bahwa Prancis akan bekerja sama dengan negara Uni Eropa (UE), termasuk Yunani dalam hal ini. Dia menuntut Turki untuk segera mengakhiri eksplorasi minyaknya di wilayah tersebut.

Sebelumnya diwartakan, Turki pada awal pekan ini mengirim satu kapal eksplorasi ke wilayah konflik itu, mengakhiri masa tenang yang dimediasi Jerman. Ankara menyatakan kesepakatan maritim Yunani yang ditandatangani Mesir pekan lalu menunjukkan mereka tidak percaya Yunani dan akan terus melanjutkan survei perairan yang diklaim juga oleh Yunani dan Siprus.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan kapal eksplorasi Oruc Reis milik Turki akan terus bekerja meski Yunani menganggapnya ilegal. ( Baca juga: PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Sanksi Denda Progresif Diberlakukan )

Turki juga akan mengeluarkan eksplorasi seismik baru dan lisensi pengeboran pada akhir Agustus. “Tekad kami tidak berhenti di sini. Kai tidak akan kompromi dengan cara apapun dari ini,” kata Cavusoglu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved