Jenderal Jerman: Bersiaplah Hadapi Konflik dengan Rusia 5 Tahun Lagi
Senin, 12 Februari 2024 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Juga berbicara pada bulan Januari, Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengeklaim: “Dalam waktu lima tahun, kita mungkin akan melihat berbagai medan [konflik] termasuk Rusia, China, Iran, dan Korea Utara.”
Di tempat lain, Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom bulan lalu menyatakan bahwa Stockholm harus realistis dan berasumsi—dan bersiap menghadapi—konfrontasi berkepanjangan dengan Moskow.
Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson juga menyampaikan sentimen serupa, dengan mengatakan: “Perang juga bisa menimpa kita.”
Mengomentari klaim bahwa Rusia mungkin merencanakan serangan terhadap NATO, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada bulan Januari bahwa para pejabat Eropa “menciptakan musuh eksternal” untuk mengalihkan perhatian dari masalah dalam negeri.
Keesokan harinya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan di markas besar PBB di New York: “Tidak ada yang menginginkan perang besar, terutama Moskow."
Presiden Vladimir Putin juga telah berulang kali menolak spekulasi tersebut dan menyebutnya sebagai “omong kosong”, dan menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki kepentingan geopolitik, ekonomi atau militer dalam memulai konflik dengan NATO.
Di tempat lain, Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom bulan lalu menyatakan bahwa Stockholm harus realistis dan berasumsi—dan bersiap menghadapi—konfrontasi berkepanjangan dengan Moskow.
Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson juga menyampaikan sentimen serupa, dengan mengatakan: “Perang juga bisa menimpa kita.”
Mengomentari klaim bahwa Rusia mungkin merencanakan serangan terhadap NATO, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada bulan Januari bahwa para pejabat Eropa “menciptakan musuh eksternal” untuk mengalihkan perhatian dari masalah dalam negeri.
Keesokan harinya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan di markas besar PBB di New York: “Tidak ada yang menginginkan perang besar, terutama Moskow."
Presiden Vladimir Putin juga telah berulang kali menolak spekulasi tersebut dan menyebutnya sebagai “omong kosong”, dan menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki kepentingan geopolitik, ekonomi atau militer dalam memulai konflik dengan NATO.
(mas)
Lihat Juga :