Serangan Israel Menggila di Rafah, Upaya Gencatan Senjata Berlanjut
Jum'at, 09 Februari 2024 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
Hamas mengusulkan gencatan senjata selama empat setengah bulan, dengan seluruh sandera akan dibebaskan, Israel akan menarik pasukannya dan kesepakatan akan dicapai untuk mengakhiri perang. Tawaran tersebut merupakan tanggapan terhadap proposal yang dibuat kepala mata-mata AS dan Israel bersama Qatar dan Mesir, dan disampaikan ke Hamas pekan lalu.
Hamas mengatakan mereka tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun yang tidak mencakup diakhirinya perang dan penarikan mundur Israel.
Israel mengatakan mereka tidak akan mundur atau menghentikan pertempuran sampai Hamas dibasmi.
Rezim kolonial Israel memulai serangan militernya setelah Hamas dari Gaza membunuh 1.200 orang dan menyandera 253 orang di Israel selatan pada 7 Oktober, menurut penghitungan Israel.
Namun, sejak saat itu, Haaretz mengungkap helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil Israel sendiri.
Militer Israel mengatakan pada Kamis bahwa, selama beberapa hari terakhir, pasukannya telah membunuh lebih dari 20 pejuang di kota utama selatan Gaza, Khan Yunis, yang sekarang menjadi lokasi pertempuran paling sengit dalam perang tersebut.
Mereka telah membuat klaim serupa setiap hari, yang tidak dapat dikonfirmasi secara independen, sejak melancarkan operasi untuk menyerbu kota tersebut bulan lalu.
Khan Yunis adalah kampung halaman pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar. Seorang perwira senior Israel mengatakan militer yakin dia bersembunyi di sana.
Militer juga mengatakan telah menangkap puluhan tersangka pejuang. Tujuh puluh satu tahanan yang ditangkap sebelumnya telah dibebaskan.
Kementerian Kesehatan mengatakan lebih dari 27.840 warga Palestina tewas, dan lebih dari 67.000 orang terluka sejak genosida oleh Israel dimulai.
Hamas mengatakan mereka tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun yang tidak mencakup diakhirinya perang dan penarikan mundur Israel.
Israel mengatakan mereka tidak akan mundur atau menghentikan pertempuran sampai Hamas dibasmi.
Rezim kolonial Israel memulai serangan militernya setelah Hamas dari Gaza membunuh 1.200 orang dan menyandera 253 orang di Israel selatan pada 7 Oktober, menurut penghitungan Israel.
Namun, sejak saat itu, Haaretz mengungkap helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil Israel sendiri.
Militer Israel mengatakan pada Kamis bahwa, selama beberapa hari terakhir, pasukannya telah membunuh lebih dari 20 pejuang di kota utama selatan Gaza, Khan Yunis, yang sekarang menjadi lokasi pertempuran paling sengit dalam perang tersebut.
Mereka telah membuat klaim serupa setiap hari, yang tidak dapat dikonfirmasi secara independen, sejak melancarkan operasi untuk menyerbu kota tersebut bulan lalu.
Khan Yunis adalah kampung halaman pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar. Seorang perwira senior Israel mengatakan militer yakin dia bersembunyi di sana.
Militer juga mengatakan telah menangkap puluhan tersangka pejuang. Tujuh puluh satu tahanan yang ditangkap sebelumnya telah dibebaskan.
Kementerian Kesehatan mengatakan lebih dari 27.840 warga Palestina tewas, dan lebih dari 67.000 orang terluka sejak genosida oleh Israel dimulai.
(sya)
Lihat Juga :