Bagaimana Tradisi Imlek di Negara China? Festival Meriah dengan Makna Mendalam

Jum'at, 09 Februari 2024 - 15:45 WIB
loading...
Bagaimana Tradisi Imlek...
Pengemudi becak roda tiga menunggu pelanggan saat para pengunjung berfoto dengan instalasi Naga menyambut Tahun Baru Imlek di Beijing, China, 7 Februari 2024. Foto/REUTERS/Florence Lo
A A A
BEIJING - Imlek, atau Tahun Baru China, merupakan festival terpenting dalam budaya Tionghoa. Di negara China sendiri, perayaan Imlek berlangsung selama dua pekan, dimulai dari beberapa hari sebelum Tahun Baru dan berakhir pada Festival Lampion.

Setiap hari diwarnai dengan tradisi unik dan penuh makna, membawa keceriaan dan harapan baru bagi masyarakat China.

Persiapan Menjelang Imlek


Suasana Imlek mulai terasa beberapa pekan sebelumnya. Rumah-rumah dibersihkan secara menyeluruh untuk menyingkirkan kesialan di tahun sebelumnya.

Dekorasi berwarna merah, seperti lampion, bunga, dan hiasan, dipasang untuk menyambut keberuntungan dan kemakmuran.

Masyarakat berbondong-bondong berbelanja keperluan Imlek, seperti makanan, pakaian baru, dan angpao. Tradisi ini melambangkan semangat untuk memulai lembaran baru dengan penuh optimisme.

Malam Tahun Baru Imlek


Malam Tahun Baru Imlek adalah puncak perayaan. Keluarga berkumpul untuk makan malam reuni yang meriah.

Hidangan tradisional seperti pangsit, ikan, dan kue beras disajikan, melambangkan kebersamaan, kelimpahan, dan rezeki yang berlimpah.

Tradisi lain yang dilakukan pada malam Tahun Baru Imlek adalah menyalakan petasan dan menonton pertunjukan barongsai dan naga.

Petasan diyakini dapat mengusir roh jahat, sedangkan barongsai dan naga melambangkan kekuatan, keberuntungan, dan kemakmuran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Berita Terkini
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved