Apa Itu Skandal '72 Virgin' yang Mengguncang Militer Israel
Jum'at, 09 Februari 2024 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Ada juga posting gambar-gambar pria Palestina yang ditahan pasukan Israel di Gaza dan jasad-jasad yang diklaim tentara Zionis sebagai jasad milisi Hamas dengan keterangan teks yang berbunyi: "Membasmi kecoak...membasmi tikus Hamas...Bagikan keindahan ini."
Sumber sebelumnya mengatakan kepada Haaretz bahwa staf Departemen Pengaruh militer membuat saluran Telegram pada tanggal 9 Oktober, hanya dua hari setelah perang Israel di Gaza.
Menurut sumber tersebut, anggota staf tidak secara resmi berwenang untuk mengambil tindakan tersebut.
Departemen Pengaruh IDF, menurut Haaretz, mengawasi kampanye psikologis dan propaganda yang ditujukan pada “musuh dan pemirsa asing”, namun saluran Telegram "72 Virgin—Uncensored" ditujukan untuk konsumsi dalam negeri.
Perang Israel-Hamas di Gaza sejauh ini telah menewaskan hampir 28.000 orang di wilayah tersebut, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Operasi militer Israel telah menyebabkan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan ambulans di Gaza diserang tanpa pandang bulu.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada bulan Januari menemukan bahwa Israel masuk akal melanggar Konvensi Genosida di Gaza.
Sumber sebelumnya mengatakan kepada Haaretz bahwa staf Departemen Pengaruh militer membuat saluran Telegram pada tanggal 9 Oktober, hanya dua hari setelah perang Israel di Gaza.
Menurut sumber tersebut, anggota staf tidak secara resmi berwenang untuk mengambil tindakan tersebut.
Departemen Pengaruh IDF, menurut Haaretz, mengawasi kampanye psikologis dan propaganda yang ditujukan pada “musuh dan pemirsa asing”, namun saluran Telegram "72 Virgin—Uncensored" ditujukan untuk konsumsi dalam negeri.
Perang Israel-Hamas di Gaza sejauh ini telah menewaskan hampir 28.000 orang di wilayah tersebut, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Operasi militer Israel telah menyebabkan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan ambulans di Gaza diserang tanpa pandang bulu.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada bulan Januari menemukan bahwa Israel masuk akal melanggar Konvensi Genosida di Gaza.
(mas)
Lihat Juga :