Warga Yordania Protes Negaranya Bantu Israel Atasi Blokade Houthi di Laut Merah

Selasa, 06 Februari 2024 - 20:45 WIB
loading...
A A A
“Kami berdiri hari ini untuk memblokir jalur darat yang menyelamatkan musuh Zionis dari pengepungan perlawanan di Laut Merah, yang telah mengembalikan kedaulatan Arab ke tangan Arab,” tegas Hamzah Khader, anggota gerakan Boycott Divestment and Sanctions (BDS) di Jordan, kepada Middle East Eye.

“Kami menuntut agar para pedagang sayuran Yordania dicegah mengekspor sayuran ke Israel untuk menyelamatkan perekonomiannya yang telah hancur akibat perlawanan dan ketabahan masyarakat di Gaza,” tegas dia.

Protes juga diadakan pada Jumat, dengan ratusan orang mengambil bagian dalam demonstrasi di pusat kota Amman dan di kota-kota lain seperti Irbid, Aqaba, Karak, dan Zarqa.

Dalam teriakannya, para pengunjuk rasa meminta pemerintah Yordania memutuskan hubungan dengan Israel, membatalkan perjanjian gas, dan mencegah penyeberangan truk yang datang dari negara-negara Teluk ke Israel.

Warga Yordania juga meluncurkan kampanye online dengan tagar Arab, Jordanian Land Bridge to Gaza, menyerukan pemerintah mengirim bantuan kemanusiaan ke daerah kantong yang terkepung.

Khaled Al-Juhani, direktur kantor Blok Reformasi parlemen, yang berafiliasi dengan partai Front Aksi Islam, mengatakan blok tersebut telah bertanya kepada pemerintah tentang jembatan darat, jumlah truk yang melintas dari Yordania ke Israel sejak awal perang di Gaza pada 7 Oktober, dan nilai ekspor negara tersebut ke Israel.

Juhani mengatakan Perdana Menteri Yordania Bisher Khasawneh, dalam diskusi dengan perwakilan Blok Reformasi, tidak secara eksplisit menyangkal keberadaan jembatan darat ke Israel itu.

Khasawneh mengatakan rute dari negara-negara Arab ke Israel telah ada jauh sebelum 7 Oktober.

“Ini bertentangan dengan tuntutan para pengunjuk rasa yang menyerukan penghentian pengepungan di Gaza, bukan Israel,” papar Juhani.

Lebih dari 27.300 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 66.600 orang terluka di Gaza sejak Israel melancarkan kampanye pengeboman tanpa henti dan invasi darat ke Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober.

Penyangkalan Yordania


Selama sidang kabinet, perdana menteri membantah keras laporan pengiriman UEA ke Israel yang melewati negaranya sebagai kebohongan.

“Kami telah mendengar dan mendengar banyak distorsi, informasi yang salah, dan kebohongan tentang kegiatan yang terjadi di Yordania dan di seluruh Yordania yang akan memberikan kedok atau dukungan bagi kelanjutan mesin pembunuh yang sedang kami upayakan dengan tekun dan serius untuk menghentikannya,” papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Rudal Balistik Houthi...
Rudal Balistik Houthi Hantam Tel Aviv, 16 Warga Israel Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved