Klaim Ancaman Nuklir Luar Biasa, Trump Sanksi Korut 1 Tahun Lagi

Sabtu, 23 Juni 2018 - 07:51 WIB
Klaim Ancaman Nuklir...
Klaim Ancaman Nuklir Luar Biasa, Trump Sanksi Korut 1 Tahun Lagi
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump memperpanjang sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) selama setahun lagi dengan alasan ancaman senjata nuklir Pyongyang tidak biasa dan luar biasa.

Keputusan ini kontra dengan pertemuan bersejarah Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura yang sukses mencairkan ketegangan.

"Tindakan dan kebijakan pemerintah Korea Utara, termasuk mengejar program nuklir dan rudal; dan tindakan dan kebijakan provokatif, tidak stabil, dan represif lainnya terus menjadi ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi Amerika Serikat," bunyi pernyataan Gedung Putih pada hari Jumat yang dikutip SINDOnews, Sabtu (23/6/2018).

Padahal, Trump sebelumnya berjanji mencabut sanksi Washington terhadap Pyongyang usai pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura awal bulan ini. "Ketika kami yakin bahwa nuklir tidak lagi menjadi faktor (ancaman), saya berharap untuk menghapus (sanksi) mereka," ujar Trump beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan pulang dari pertemuan di Singapura, Trump juga menyatakan bahwa Korea Utara tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir terhadap AS.

"Tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara," tulis dia di Twitter."Bertemu dengan Kim Jong-un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi besar untuk masa depan!."
Klaim Ancaman Nuklir Luar Biasa, Trump Sanksi Korut 1 Tahun Lagi
Pengumuman Presiden Trump soal perpanjangan sanksi pada Korut 1 tahun lagi. Foto/White House
Pengumuman Gedung Putih pada hari Jumat menandakan kembali kebijakan keras AS terhadap Korut. Dengan menganggap ancaman Korea Utara sebagai "darurat nasional", Trump dengan mudah menerapkan kembali sanksi yang telah dijatuhkan pada Pyongyang setiap tahun sejak 2008.

Sanksi AS terhadap Korea Utara adalah salah satu sanksi paling berat di dunia. Trump, bagaimanapun, memberikan Kim beberapa konsesi setelah pertemuan di Singapura pada 12 Juni lalu, salah satunya membekukan sementara latihan militer dua tahunan dengan Korea Selatan.

Sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani antara kedua pemimpin di Singapura, Kim membuat komitmen samar untuk bekerja menuju denuklirisasi. Namun, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo berharap bahwa denuklirisasi Korut tercapai dalam 2,5 tahun.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
47 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
1 Juta Warga Korut Diduga...
1 Juta Warga Korut Diduga Terpapar Radiasi Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved