Rusia dan China Bersatu Hadapi Senjata Biologis AS
Jum'at, 02 Februari 2024 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
“Yakin bahwa penggunaan tersebut akan menjijikkan bagi hati nurani umat manusia, kami bertekad mengutuk penggunaan bahan kimia beracun, agen biologis atau racun sebagai senjata oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas penggunaan tersebut,” tegas pernyataan itu.
Baca juga: Israel Terima Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Beri Sinyal Positif
Moskow dan Beijing telah berulang kali mendesak AS dan sekutunya untuk lebih transparan mengenai aktivitas biologis militer mereka.
Pembicaraan hari Rabu antara kedua pemerintah memberikan “perhatian khusus” pada aktivitas senjata biologis Pentagon, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di Washington tahun lalu menuduh AS melakukan “pelanggaran berat” terhadap BTWC, termasuk penelitian senjata biologis ilegal di laboratorium yang tersebar di seluruh dunia. Washington bermaksud menggunakan agen biologis berbahaya dan epidemi buatan untuk memajukan kepentingannya, klaim Kedubes Rusia tersebut.
AS dan sekutu NATO-nya memveto resolusi PBB tahun lalu yang menyerukan penyelidikan terhadap biolab Washington di Ukraina.
Baca juga: Israel Terima Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Beri Sinyal Positif
Moskow dan Beijing telah berulang kali mendesak AS dan sekutunya untuk lebih transparan mengenai aktivitas biologis militer mereka.
Pembicaraan hari Rabu antara kedua pemerintah memberikan “perhatian khusus” pada aktivitas senjata biologis Pentagon, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di Washington tahun lalu menuduh AS melakukan “pelanggaran berat” terhadap BTWC, termasuk penelitian senjata biologis ilegal di laboratorium yang tersebar di seluruh dunia. Washington bermaksud menggunakan agen biologis berbahaya dan epidemi buatan untuk memajukan kepentingannya, klaim Kedubes Rusia tersebut.
AS dan sekutu NATO-nya memveto resolusi PBB tahun lalu yang menyerukan penyelidikan terhadap biolab Washington di Ukraina.
Lihat Juga :