Khawatir Dihabisi Israel, Iran Tarik Para Komandan IRGC dari Suriah

Jum'at, 02 Februari 2024 - 09:18 WIB
loading...
Khawatir Dihabisi Israel,...
Iran tarik para komandan IRGC dari Suriah di tengah kekhawatiran atas rentetan serangan Israel. Foto/REUTERS
A A A
DAMASKUS - Iran dilaporkan telah menarik para komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dari Suriah di tengah kekhawatiran bahwa mereka akan menjadi target pembunuhan oleh serangkaian serangan Israel.

Penarikan para perwira IRGC itu diungkap Jerusalem Post dengan mengutip lima sumber yang mengetahui masalah tersebut.

IRGC telah mengalami salah satu periode paling menantang di Suriah sejak penempatan mereka satu dekade lalu untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara di negara itu.

Sejak bulan Desember lalu, serangan udara Israel telah mengakibatkan kematian lebih dari enam personel Garda Revolusi, termasuk seorang jenderal intelijen senior di korps tersebut.

Baca Juga: Iran Bakal Hindari Perang dengan AS Meski Retorikanya Pedas, Ini Alasan Logisnya

Tiga sumber mengatakan kepada Reuters bahwa ketika kelompok garis keras di Teheran menuntut pembalasan, keputusan Iran untuk menarik para komandan Garda Revolusi sebagian didorong oleh keengganan negara itu untuk terlibat langsung dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Meskin menarik para komandan tersebut, Iran tidak mempunyai niat untuk menarik pasukannya dari Suriah—yang merupakan bagian penting dari pengaruh Teheran.

Iran, yang merupakan pendukung Hamas, berusaha untuk tidak terlibat dalam perang kelompok tersebut dengan Israel di Gaza meskipun Teheran mendukung kelompok-kelompok yang ikut terlibat dalam konflik, mulai dari Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan milisi Syiah Irak—dikenal sebagai “Poros Perlawanan” yang memusuhi Israel dan kepentingan Amerika Serikat.

Salah satu sumber, seorang pejabat senior keamanan regional yang diberi pengarahan oleh Teheran, mengatakan bahwa para komandan senior IRGC telah meninggalkan Suriah bersama dengan puluhan perwira menengah, dan menggambarkan hal itu sebagai pengurangan kehadiran mereka.

Sumber tersebut tidak mengatakan berapa banyak warga Iran yang meninggalkan negara itu dan Reuters tidak dapat menentukan secara independen jumlah tersebut.

Kantor berita tersebut tidak dapat menghubungi Garda Revolusi untuk memberikan komentar dan kementerian informasi Suriah tidak menanggapi pertanyaan melalui email mengenai berita ini.

Iran telah mengirim ribuan personel militer dan milisi ke Suriah selama perang saudara Suriah. Meskipun mereka termasuk anggota Garda Revolusi, yang secara resmi berperan sebagai penasihat, sebagian besar adalah milisi Syiah dari seluruh wilayah Timur Tengah.

Tiga sumber mengatakan Garda Revolusi akan mengelola operasi Suriah dari jarak jauh, dengan bantuan sekutunya, Hizbullah Lebanon.

Kelompok Hizbullah Lebanon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sumber lain, seorang pejabat regional yang dekat dengan Iran, mengatakan mereka yang masih berada di Suriah telah meninggalkan kantor mereka dan tidak terlihat.

“Iran tidak akan meninggalkan Suriah namun mereka mengurangi kehadiran dan pergerakan mereka secara maksimal," katanya.

Sumber tersebut mengatakan perubahan sejauh ini tidak berdampak pada operasional. "Perampingan ini akan membantu Teheran menghindari keterlibatan dalam perang Israel-Gaza,” kata salah satu sumber, yang berasal dari Iran.

Sejak perang Gaza pecah, Israel telah meningkatkan kampanye serangan udara selama bertahun-tahun yang bertujuan untuk meredam kehadiran Iran di Suriah, menyerang Garda Revolusi dan Hizbullah—yang kemudian saling baku tembak dengan Israel di perbatasan Lebanon-Israel sejak 8 Oktober 2023.

Israel jarang berkomentar mengenai serangannya di Suriah dan belum menyatakan tanggung jawab atas serangan baru-baru ini di sana.

Menanggapi pertanyaan Reuters, militer Israel mengatakan mereka tidak mengomentari laporan media asing.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved