Tentara AS di Irak Diminta Siap Perang di Gaza

Kamis, 01 Februari 2024 - 21:30 WIB
loading...
Tentara AS di Irak Diminta...
Tentara AS dikerahkan di berbagai negara di Timur Tengah. Foto/wikimedia
A A A
BAGHDAD - Personel Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Irak telah diperintahkan tetap bersiaga jika terjadi “keterlibatan AS dalam perang Israel Hamas.”

The Intercept melaporkan hal itu pada Selasa (30/1/2024), mengutip memo Pentagon.

“Disebarkan awal bulan ini, memo tersebut menginstruksikan sejumlah tentara yang tidak diketahui jumlahnya untuk ditempatkan siaga untuk dikerahkan ke garis depan guna mendukung pasukan jika ada keterlibatan AS di lapangan dalam perang Israel Hamas,” ungkap laporan tersebut.

Perintah siaga tersebut berlaku bagi pasukan yang ditempatkan di Irak sejak tahun lalu, menurut dokumen Pentagon terpisah yang dilihat The Intercept.

“Dokumen-dokumen yang diperoleh The Intercept memberikan pengingat yang jelas akan kehadiran militer AS yang meluas di Timur Tengah, dengan personel yang dikerahkan ke lokasi-lokasi yang menurut banyak orang Amerika misinya telah berakhir sejak lama, dan seberapa cepat perintah tersebut dapat digunakan kembali untuk konflik-konflik baru,” papar laporan The Intercept.

Pesan Campuran


Gedung Putih telah menyatakan dalam beberapa kesempatan sejak Oktober bahwa dukungannya terhadap Israel tidak akan melibatkan tentara Amerika yang berperang bersama rekan-rekan Israel.

Namun beragam laporan berita dan kebocoran mengindikasikan AS mungkin terlibat dalam berbagai hal, meskipun kapasitasnya tidak ditentukan.

AS merespons Operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober dengan segera mengirimkan dua kapal induk ke wilayah tersebut dan menyiapkan 2.000 tentara tambahan untuk dikerahkan ke Timur Tengah.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan kepada wartawan pada 10 Oktober bahwa “tidak ada niat untuk mengerahkan pasukan AS” di Israel atau Gaza.

Namun, pasukan khusus AS telah aktif di Israel sejak bulan Oktober, dan pejabat senior Christopher Maier mengatakan kepada wartawan pada saat itu bahwa, “Pasukan komando Amerika secara aktif membantu Israel melakukan sejumlah hal.”

Pentagon juga mengakui menerbangkan drone mata-mata di Gaza “untuk mendukung upaya pemulihan sandera.”

Perlawanan Arab


Sejak perang dimulai, pasukan AS di Irak, Suriah, dan Yordania telah mendapat serangan lebih dari 150 kali, dari berbagai kelompok Perlawanan Arab yang menggunakan serangan drone dan roket secara rutin.

Salah satu serangan terhadap satu pos terdepan di Yordania pada hari Minggu menewaskan tiga tentara AS dan melukai beberapa lusin lainnya.

Kapal dan pesawat tempur Amerika Serikat juga telah melancarkan beberapa serangan terhadap pejuang Ansarallah Houthi di Yaman.

Langkah AS ini untuk mematahkan blokade kelompok Houthi terhadap kapal dagang terkait Israel yang melewati Laut Merah.

Ansarallah Houthi menanggapinya dengan menargetkan kapal komersial dan militer AS di wilayah tersebut.

Pada Rabu, para pejuang mengumumkan mereka telah menembakkan beberapa rudal ke kapal perusak USS Gravely.

Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer Amerika di Timur Tengah, mengklaim Graveley menembak jatuh satu rudal yang masuk, dan tidak mengalami kerusakan atau korban jiwa.

Baca juga: Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Al-Amal di Gaza Selatan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved