Protes Sanksi Tak Manusiawi, 3 Negara Ini Hengkang dari Blok ECOWAS

Selasa, 30 Januari 2024 - 13:53 WIB
loading...
A A A
Di beberapa wilayah di Afrika Barat, ECOWAS dengan cepat kehilangan keefektifan dan dukungan masyarakat, yang menganggap blok itu hanya mewakili kepentingan para pemimpin dan bukan kepentingan masyarakat luas. Demikian penilaian Oge Onubogu, direktur Program Afrika di lembaga think tank Wilson Center yang berbasis di Washington.

Pengumuman ketiga negara itu, yang keluar pada hari Minggu, merupakan perubahan terbaru dalam serangkaian peristiwa yang telah memperdalam ketegangan politik di Afrika Barat sejak negara-negara tersebut mengalami serangkaian kudeta—yang terbaru di Niger pada tahun lalu.

Ketiganya juga telah membentuk aliansi keamanan setelah memutuskan hubungan militer dengan Prancis dan negara-negara Eropa lainnya dan beralih ke Rusia untuk mendapatkan dukungan.

Pernyataan bersama ketiga negara menuduh ECOWAS gagal membantu mereka dalam memerangi ancaman eksistensial seperti terorisme—alasan umum yang disebutkan oleh militer mereka untuk menggulingkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis.

“Ketika negara-negara ini memutuskan untuk menentukan nasib mereka sendiri, ECOWAS mengambil sikap yang tidak rasional dan tidak dapat diterima dalam menjatuhkan sanksi yang ilegal, tidak sah, tidak manusiawi dan tidak bertanggung jawab yang melanggar teks mereka sendiri,” imbuh pernyataan ketiga negara tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Militer Mali Tangkap...
Militer Mali Tangkap 2 Jenderal dan Agen Prancis yang Hendak Kudeta
10 Negara Paling Religius...
10 Negara Paling Religius di Dunia, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?
Meteorit Mars Dijual...
Meteorit Mars Dijual Rp69,88 Miliar, Pemerintah Niger Marah
Pelatih Mali Bocorkan...
Pelatih Mali Bocorkan Kelemahan Timnas Indonesia U-22
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Berita Terkini
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved