Stabilitas Pemerintah Kerap Terguncang, Muncul Isu Peran dan Posisi Raja Malaysia Diperkuat

Senin, 29 Januari 2024 - 15:16 WIB
loading...
Stabilitas Pemerintah...
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah didampingi Ratu Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah, berbicara saat wawancara di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia 3 Januari 2024. REUTERS/Hasnoor Hussain
A A A
KUALA LUMPUR - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah menyerukan stabilitas pemerintahan, memperingatkan bahwa negara tersebut berisiko kehilangan investor dan tertinggal dari pesaingnya karena kekacauan politik yang berkepanjangan.

Dalam sebuah wawancara yang jarang dan luas dengan media lokal dan asing bulan ini, Al-Sultan Abdullah – yang akan turun tahta pada Selasa (30/1/2024) – juga mengusulkan calon raja memainkan peran yang lebih besar mewakili Malaysia dalam urusan internasional.

Monarki memainkan peran seremonial di Malaysia dan sebagian besar dianggap berada di atas politik.

Namun ketidakstabilan politik pada masa pemerintahan Al-Sultan Abdullah telah menyebabkan pengaruh monarki tumbuh, dengan raja yang jarang menggunakan kekuasaan diskresi untuk menunjuk tiga perdana menteri terakhir negara tersebut.

Kepala sembilan keluarga kerajaan Malaysia bergiliran menjadi raja setiap lima tahun, di bawah sistem monarki yang unik.

Al-Sultan Abdullah, yang naik takhta pada tahun 2019, akan kembali memimpin negara bagian asalnya di Pahang, sementara Sultan Ibrahim Sultan Iskandar dari Johor akan dinobatkan sebagai raja berikutnya dalam upacara penobatan pada hari Rabu.

Dalam pernyataan yang sangat jujur, Al-Sultan Abdullah menyatakan kekecewaannya terhadap partai-partai politik yang bertikai di Malaysia, dengan mengatakan bahwa seringnya perubahan dalam administrasi dan kebijakan pemerintah dapat membahayakan kemajuan ekonomi.

“Investor asing ingin melihat sebuah negara yang stabil, sehingga mereka dapat berinvestasi dan memaksimalkan keuntungan mereka dengan cepat. Jika kita selalu berganti pemerintahan...hal ini akan menyebabkan penundaan," katanya dilansir Reuters.

“Kita harus tetap kompetitif, jika tidak kita akan tertinggal…kita tidak boleh memiliki pemerintahan yang tidak stabil.”

Al-Sultan Abdullah menyatakan harapannya bahwa pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim akan mempertahankan masa jabatan lima tahun penuhnya sehingga dapat melakukan reformasi yang sangat dibutuhkan, termasuk perombakan program subsidi Malaysia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Resor Baru di Tepi Pantai...
Resor Baru di Tepi Pantai Langkawi Hadirkan Panorama Hutan, Gunung, dan Laut Sekaligus
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Berita Terkini
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved