alexametrics

Trump: Pertemuan dengan Kim Jong-un Dijadwal Ulang

loading...
Trump: Pertemuan dengan Kim Jong-un Dijadwal Ulang
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un masih bisa terjadi. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa pemerintahannya kembali berhubungan dengan Korea Utara (Korut) dan kedua belah pihak dapat menjadwal ulang pertemuannya dengan Kim Jong-un. Pertemuan ini mungkin bisa terjadi sesuai jadwal.

"Kami akan melihat apa yang terjadi. (Pertemuan) itu bahkan mungkin saja terjadi pada tanggal 12," kata Trump kepada wartawan.

“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin melakukannya. Kami ingin melakukannya. Kami akan melihat apa yang terjadi," imbuhnya seperti dikutip dari New York Times, Jumat (25/5/2018).

Trump menunjukkan bahwa dia senang dengan pernyataan damai yang dirilis oleh Korut setelah keputusannya untuk membatalkan pertemuan puncak. Ia pun menepis kekhawatiran yang diangkat secara pribadi oleh stafnya dan secara terbuka oleh sekutu dan musuh-musuhnya bahwa Kim Jong-un tengah mempermaikannya.



"Semua orang memainkan permainan," katanya pada seorang reporter.

Pernyataan Trump terbaru ini hanya berselang satu hari setelah ia dengan tiba-tiba membatalkan pertemuan puncak dengan Kim Jong-un. Pertemuan tersebut direncanakan akan terjadi di Singapura pada bulan depan.

Pembatalan pertemuan oleh Trump ini tertuang dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Pemimpin Korut itu.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa waktunya tidak tepat pada saat ini untuk mengadakan pertemuan yang telah direncanakan selama ini," tulis Trump mengacu pada pertemuan 12 Juni yang dijadwalkan dengan Kim Jong-un di Singapura.

Baca: Lewat Surat, Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong-un
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak