Bagaimana Israel Menghancurkan Masa Depan Anak-anak di Gaza?

Minggu, 28 Januari 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Hingga 16 Januari, menurut Kementerian Pendidikan Palestina, hingga 4.327 siswa tewas dan 7.819 lainnya terluka.

7. Tidak Ada Kepastian Siswa Akan Sekolah Lagi

Bagaimana Israel Menghancurkan Masa Depan Anak-anak di Gaza?

Foto/Reuters

Tidak ada kepastian kapan siswa di Gaza akan kembali bersekolah seiring berlanjutnya perang Israel. Kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk memperbaiki seluruh gedung sekolah yang rusak.

Ada rencana untuk meluncurkan e-learning untuk siswa sekolah Gaza. Namun pengajaran akan diberikan dari Tepi Barat yang diduduki, menurut Kementerian Pendidikan Palestina.

Model e-learning akan sulit diterapkan di Gaza, di mana pemadaman telekomunikasi sering terjadi dan siswa serta guru tidak memiliki akses terhadap listrik dan internet yang stabil. Terlebih lagi, sebagian besar orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung di kamp pengungsian.

“Tidak mungkin ada e-learning. Tidak ada tempat berlindung, tidak ada internet, dan tidak ada kondisi yang sesuai,” kata Amer, guru sains dari Gaza.

Sementara itu, sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Tepi Barat yang diduduki sudah beralih ke model e-learning dengan kelas online karena penggerebekan dan kekerasan pemukim meningkat secara dramatis sejak 7 Oktober. Hal ini mencakup 55 sekolah yang berlokasi di “zona jahitan” Tepi Barat – sebuah wilayah yang dipisahkan dari wilayah Tepi Barat lainnya yang diduduki oleh tembok pemisah Israel.

Tepi Barat yang diduduki telah terguncang akibat meningkatnya serangan pemukim dan pasukan Israel, dengan setidaknya 371 warga Palestina dibunuh oleh pasukan dan pemukim Israel sejak 7 Oktober.

Sejak sekolahnya terpaksa ditutup, Amer bertemu dengan beberapa siswanya di depan umum atau berbicara dengan mereka secara online. Tiga muridnya tewas dalam perang dan beberapa dari mereka kehilangan rumah. Para pelajar di Gaza, katanya, membutuhkan dukungan psikologis atas trauma yang mereka derita akibat perang.

“Saya ingin mendukung mereka secara psikologis, namun keadaan yang mereka jalani sulit,” katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
4 Alasan Tekanan Global...
4 Alasan Tekanan Global Tak Berpengaruh pada Israel, dari Perang Narasi hingga Mentalitas Pengepungan
Palestina Tak Mau Berdamai...
Palestina Tak Mau Berdamai dengan Israel, Ini 4 Motifnya
Bagaimana Masa Depan...
Bagaimana Masa Depan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza?
Perusahaan Pertahanan...
Perusahaan Pertahanan Israel Raup Untung Besar dari 2 Tahun Perang Gaza
Israel Akan Persenjatai...
Israel Akan Persenjatai 10.000 Tentara Cadangan
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved