Turki: Tidak Ada Kedamaian di Palestina Sampai Israel Akhiri Pendudukan

Minggu, 20 Mei 2018 - 14:14 WIB
Turki: Tidak Ada Kedamaian...
Turki: Tidak Ada Kedamaian di Palestina Sampai Israel Akhiri Pendudukan
A A A
ANKARA - Juru Bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin mengatakan tidak akan ada perdamaian di Palestina kecuali Israel mengakhiri pendudukannya.

“Masalahnya adalah pendudukan dan tanpa mengakhirinya, tidak akan ada kedamaian, tidak ada keamanan, tidak ada kemakmuran bagi siapa pun," kata Kalin.

"Berkat kebijakan tidak bertanggung jawab dan populis dari pemerintah Trump dan Netanyahu, perdamaian belum pernah sejauh sekarang," imbuhnya.

"Negara-negara Muslim, Eropa, Afrika, negara-negara Asia dan negara-negara Amerika Latin harus bersatu untuk menghentikan spiral pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional oleh Israel dan hukuman yang tidak adil dari Palestina," tukas Kalin seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (20/5/2018).

Jumlah warga Palestina yang menjadi korban tembakan Israel selama protes hari Senin di Jalur Gaza timur naik menjadi 64. Ratusan lainnya terluka.

Protes itu adalah bagian dari aksi unjuk rasa berminggu-minggu yang menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel - sebuah peristiwa yang disebut oleh warga Palestina sebagai "Nakba" atau Hari Malapetaka - dan relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 orang Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

"Ini adalah akhir dari peran pemerintah Donald Trump dalam proses perdamaian Timur Tengah," tulis Kalin.

Dia mengatakan langkah AS untuk merelokasi kedutaannya juga merusak harapan yang tersisa untuk solusi dua negara, menyebutnya sebagai paku terakhir di peti mati.

Trump memicu kecaman internasional Desember lalu ketika dia secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan bersumpah untuk merelokasi Kedutaan Besar AS ke kota itu.

Kalin mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak dapat menutupi kejahatannya dan masalah dalam negeri dengan menyerang Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Dia mungkin menikmati kebisuan relatif dari komunitas internasional dan perpecahan serta kelesuan dunia Arab, tetapi dia tidak pernah bisa menghancurkan kehendak rakyat Palestina dan dukungan kami untuk mereka," tuturnya.

Kalin juga menuduh media Eropa dan Amerika tidak mengatakan yang sebenarnya tentang pembunuhan di Gaza.

"Berita utama bertuliskan puluhan orang tewas di Gaza dan tidak satu pun dari mereka mengacu pada kebrutalan Israel serta pembunuhan yang disengaja, seolah-olah warga Palestina meninggal karena semacam bencana alam atau epidemi," ujarnya, mengacu pada sebuah tweet oleh New York Times, yang dikutuk secara luas.

"Bayangkan bagaimana dunia akan bereaksi jika 62 orang yang tewas pada 14 Mei adalah orang Israel daripada orang Palestina," cetusnya.

"Itu tidak akan menjadi berita tapi bom. Itu akan mengubah parameter politik regional dan internasional. Pemerintah Barat akan melakukan segalanya dalam kapasitas mereka untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab. Bahkan tentara akan dimobilisasi," imbuhnya.

"Tapi tidak ada yang terjadi karena korbannya orang Palestina," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Turki: Rencana Israel...
Turki: Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina akan Timbulkan Krisis Lanjutan
Turki: Langkah Ekspansionis...
Turki: Langkah Ekspansionis Israel Melanggar Hukum Internasional
Israel Desak Turki Tutup...
Israel Desak Turki Tutup Kantor Hamas sebagai Syarat Perbaikan Hubungan
Erdogan: Dunia Islam...
Erdogan: Dunia Islam Harus Bersatu Melawan Serangan Israel!
7 Negara NATO yang Mendukung...
7 Negara NATO yang Mendukung Palestina, Salah Satunya Mayoritas Islam
Tutup Akses Bea Cukai,...
Tutup Akses Bea Cukai, Turki Hentikan Perdagangan dengan Israel
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
32 menit yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
56 menit yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
2 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
8 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
9 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved