AS Bantah Berencana Menarik Diri dari Suriah dan Akhiri Pendudukan
Kamis, 25 Januari 2024 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Penempatan pasukan AS itu bertahan lebih lama dari kegagalan kampanye perubahan rezim Washington terhadap Presiden Suriah Bashar Assad.
Baca juga: Eks Analis CIA: Israel Punya Kepentingan Ekonomi di Gaza, Ada Ladang Gas Besar
Penulis majalah Foreign Policy Charles Lister, yang merupakan peneliti senior di Middle East Institute di Washington, berpendapat pemerintahan Presiden AS Joe Biden mungkin akan memberikan “hadiah di atas piring emas” kepada ISIS yang bangkit kembali jika AS menarik pasukannya keluar dari Suriah.
Dia mengatakan pemerintah AS sedang mempertimbangkan kembali prioritas militernya di Timur Tengah ketika perang Israel-Hamas meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
“Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengadakan pertemuan awal bulan ini, atas permintaan Pentagon, dengan perwakilan CIA, Departemen Luar Negeri AS dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk membahas rencana mendorong Kurdi berkolaborasi dengan Damaskus melawan ISIS,” ungkap laporan Al-Monitor.
Media tersebut mengutip orang-orang yang tidak disebutkan namanya dan mengetahui mengenai pembahasan tersebut.
Baca juga: Eks Analis CIA: Israel Punya Kepentingan Ekonomi di Gaza, Ada Ladang Gas Besar
Penulis majalah Foreign Policy Charles Lister, yang merupakan peneliti senior di Middle East Institute di Washington, berpendapat pemerintahan Presiden AS Joe Biden mungkin akan memberikan “hadiah di atas piring emas” kepada ISIS yang bangkit kembali jika AS menarik pasukannya keluar dari Suriah.
Dia mengatakan pemerintah AS sedang mempertimbangkan kembali prioritas militernya di Timur Tengah ketika perang Israel-Hamas meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
“Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengadakan pertemuan awal bulan ini, atas permintaan Pentagon, dengan perwakilan CIA, Departemen Luar Negeri AS dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk membahas rencana mendorong Kurdi berkolaborasi dengan Damaskus melawan ISIS,” ungkap laporan Al-Monitor.
Media tersebut mengutip orang-orang yang tidak disebutkan namanya dan mengetahui mengenai pembahasan tersebut.
Lihat Juga :