Korut Hukum 2 Anak Ini Kerja Paksa 12 Tahun Gara-gara Nonton Drakor
Selasa, 23 Januari 2024 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Kepala SAND, Choi Kyong-hui, menjelaskan mengapa rezim takut dengan penyebaran budaya Korea Selatan.
“Kekaguman terhadap masyarakat Korea Selatan dapat segera menyebabkan melemahnya sistem tersebut,” katanya.
“Ini bertentangan dengan ideologi monolitik yang membuat warga Korea Utara menghormati keluarga Kim.”
Berbicara kepada BBC Korean, pembelot asal Korea Utara yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa drakor tersebut menunjukkan kepada mereka yang menontonnya di Korea Utara bahwa propaganda pemerintah adalah omong kosong.
“Di Korea Utara, kami mengetahui bahwa kehidupan Korea Selatan jauh lebih buruk daripada kami,” kata seorang pembelot.
“Tetapi ketika Anda menonton drama Korea Selatan, dunianya benar-benar berbeda. Sepertinya pihak berwenang Korea Utara mewaspadai hal itu.”
Yang lain menjelaskan bahwa, bagi warga Korea Utara, drakor adalah "obat" yang membantu mereka melupakan kenyataan sulit yang mereka alami.
“Kekaguman terhadap masyarakat Korea Selatan dapat segera menyebabkan melemahnya sistem tersebut,” katanya.
“Ini bertentangan dengan ideologi monolitik yang membuat warga Korea Utara menghormati keluarga Kim.”
Berbicara kepada BBC Korean, pembelot asal Korea Utara yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa drakor tersebut menunjukkan kepada mereka yang menontonnya di Korea Utara bahwa propaganda pemerintah adalah omong kosong.
“Di Korea Utara, kami mengetahui bahwa kehidupan Korea Selatan jauh lebih buruk daripada kami,” kata seorang pembelot.
“Tetapi ketika Anda menonton drama Korea Selatan, dunianya benar-benar berbeda. Sepertinya pihak berwenang Korea Utara mewaspadai hal itu.”
Yang lain menjelaskan bahwa, bagi warga Korea Utara, drakor adalah "obat" yang membantu mereka melupakan kenyataan sulit yang mereka alami.
(mas)
Lihat Juga :