Mengapa Houthi Ingin Dicap Teroris oleh AS?

Senin, 22 Januari 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Kendall mengungkapkan, yang harus mereka lakukan hanyalah meluncurkan rudal dan drone ke Laut Merah untuk mendapatkan dampak yang mereka inginkan, yaitu mengganggu pelayaran global, mengguncang pasar keuangan, menciptakan ketakutan dan sekaligus terlihat heroik.

5. Memperkuat Aliansi dengan Iran

Mengapa Houthi Ingin Dicap Teroris oleh AS?

Foto/Reuters

Kini, seiring dengan berlanjutnya perang saudara di Yaman, kaum Houthi perlu menambah senjata mereka, dan senjata yang mereka gunakan untuk mengisi kembali senjata tersebut semakin canggih dalam hal serangan drone dan rudal, dan sangat jelas bahwa senjata tersebut berasal dari Iran.

"Dan itu adalah pilihan yang murah bagi Iran," jelas Kendall.

Sebelumnya melansir BBC, penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan penetapan kembali Houthi sebagai “teroris global” adalah respons terhadap serangan kelompok yang didukung Iran terhadap pelayaran komersial di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Sullivan mengatakan serangan Houthi baru-baru ini "sesuai dengan definisi terorisme dalam buku teks", karena serangan tersebut telah membahayakan personel AS dan membahayakan operasi perdagangan global.

“Jika Houthi menghentikan serangan mereka di Laut Merah dan Teluk Aden, Amerika Serikat akan segera mengevaluasi kembali penunjukan ini,” tambah Sullivan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Demam Piala Dunia, 13...
Demam Piala Dunia, 13 Anjing Pakai Jersey Timnas Argentina Curi Perhatian di Buenos Aires
Rekomendasi
KPK Geledah Kantor Suhardiman...
KPK Geledah Kantor Suhardiman Amby hingga Rumah Tersangka Kasus Bupati Kuansing
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
Berita Terkini
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved