Perang Israel Gagal Total, Komandan Zionis Terkejut dengan Fasilitas Canggih Hamas

Minggu, 21 Januari 2024 - 07:57 WIB
loading...
Perang Israel Gagal...
Laporan New York Times mengungkap semua tujuan perang Israel di Gaza telah gagal. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Laporan New York Times (NYT) mengungkap bahwa seluruh tujuan perang Israel di Gaza telah gagal. Laporan ini mengutip pengakuan para komandan militer Zionis yang terkejut dengan fasilitas canggih milik Hamas, jauh di luar perkiraan.

Menurut laporan tersebut, komando tinggi militer Israel telah menimbulkan keraguan mengenai kelayakan target Israel di Gaza, mengingat kemajuan Israel yang terbatas dalam membubarkan Hamas.

“Israel menguasai sebagian kecil wilayah Gaza pada titik perang ini dibandingkan dengan yang direncanakan dalam rencana pertempuran sejak awal invasi, yang ditinjau oleh The New York Times,” bunyi laporan tersebut, yang diterbitkan pada Sabtu (20/1/2024).

"Lambatnya operasi tersebut menyebabkan beberapa komandan Israel secara pribadi mengungkapkan rasa frustrasi mereka atas strategi pemerintah sipil di Gaza," lanjut laporan NYT.

Baca Juga: Mantan Pejabat Militer Israel: Hamas Tak Bisa Dikalahkan untuk Saat Ini atau Masa Depan

Laporan tersebut melanjutkan, banyak anggota militer Israel kini mempertimbangkan kemungkinan untuk memprioritaskan pembebasan sandera Israel yang ditahan di Gaza oleh Hamas dengan tujuan besarnya untuk menghancurkan kelompok perlawanan Palestina.

“Tujuan ganda untuk membebaskan para sandera dan menghancurkan Hamas kini tidak sejalan,” imbuh laporan itu berdasarkan wawancara dengan empat komandan senior militer Israel tanpa bersedia disebutkan namanya.

Pandangan mereka sejalan dengan yang diungkapkan secara terbuka oleh Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel dan anggota kabinet perang, yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 bahwa pembebasan para tawanan tidak dapat dilakukan melalui operasi militer.

“Bagi saya, tidak ada dilema. Misinya adalah menyelamatkan warga sipil, sebelum membunuh musuh,” kata Eisenkot.

Menurut tiga komandan yang diwawancarai oleh NYT, jalur diplomatik akan menjadi cara tercepat untuk memulangkan warga Israel.

"Mereka menambahkan bahwa infrastruktur Hamas lebih canggih daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh para perwira intelijen Israel," imbuh laporan NYT.

Laporan surat kabar Amerika Serikat tersebut lebih lanjut merinci kegagalan operasi militer Israel di Gaza.

Salah satu tujuan yang ditetapkan tentara Israel adalah penghancuran total jaringan terowongan. Namun, tampaknya hal tersebut tidak berhasil dilakukan.

“Menemukan dan menggali setiap terowongan memakan waktu dan berbahaya. Banyak di antaranya dilengkapi dengan jebakan, menurut militer Israel," papar laporan NYT.

Meskipun ada pernyataan kemenangan mengenai kendali militer Israel atas sebagian besar wilayah yang terkepung, fakta di lapangan tampaknya menunjukkan kenyataan yang berbeda.

“Menjelang invasi Israel, militer menilai bahwa mereka akan membentuk ‘kontrol operasional’ atas Kota Gaza, Khan Younis dan Rafah pada akhir Desember," tulis NYT.

“Tetapi pada pertengahan Januari, Israel belum memulai serangannya ke Rafah, kota paling selatan di Gaza, dan masih belum memaksa Hamas keluar dari seluruh wilayah Khan Younis, kota besar lainnya di selatan."

Selain itu, pasukan Israel menarik diri dari Gaza utara pada puncak kampanye militer pada bulan Desember, yang menciptakan kekosongan kekuasaan di utara, sehingga memungkinkan pejuang Hamas dan pejabat sipil untuk mencoba menegaskan kembali otoritas mereka di sana.

Bahkan, kelompok perlawanan Palestina secara konsisten meluncurkan roket ke arah pemukiman Israel di dekat Gaza, membuktikan bahwa kemampuan militer mereka sebagian besar masih utuh dan masih berfungsi penuh.

NYT mempunyai penilaian serupa, di mana pada hari Selasa pekan lalu Hamas menembakkan sekitar 25 roket ke Israel, membuat marah orang-orang Israel yang berharap bahwa setelah berbulan-bulan perang kemampuan peluncuran roket Hamas telah dihancurkan.

Kegagalan Israel lainnya adalah Israel tidak berhasil melenyapkan kepemimpinan Hamas di Gaza.

“Para pemimpin utama Hamas di Gaza—termasuk (Yahya) Sinwar, Mohammad Deif dan Marwan Issa—masih buron,” papar laporan NYT.

Terlepas dari semua fakta tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus mengeklaim bahwa tujuan Israel, apa pun tujuannya, hanya dapat dicapai melalui perang.

“Menghentikan perang sebelum tujuan tercapai akan menyebarkan pesan kelemahan,” katanya dalam pidatonya pada hari Kamis.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu sore, militer Israel mengatakan bahwa komentar para komandan militer yang dikutip dalam laporan NYT tidak mencerminkan posisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved