Hamas Tolak Solusi Dua Negara, Meshaal Tegaskan Alasannya

Kamis, 18 Januari 2024 - 19:01 WIB
loading...
Hamas Tolak Solusi Dua...
Kepala kantor diaspora Hamas, Khaled Meshaal. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Kepala kantor diaspora Hamas, Khaled Meshaal, menegaskan kembali penolakan gerakan tersebut terhadap solusi dua negara.

Dia mengatakan rakyat Palestina menuntut pembebasan dari pendudukan Israel, kemerdekaan dan pembentukan negara Palestina.

Berbicara kepada Ammar Podcast pada Selasa (16/1/2024), Meshaal menjelaskan, “Barat mengatakan bahwa 7 Oktober telah membuka prospek bagi visi politik, sehingga mereka kembali membicarakan komoditas lama mereka, yaitu solusi dua negara.”

“Perbatasan tahun 1967 mewakili 21 persen wilayah Palestina, yang praktis merupakan seperlima dari wilayahnya, jadi hal ini tidak dapat diterima,” tegas dia.

“Proyek Palestina kami, yang memiliki konsensus nasional kuasi-Palestina, adalah bahwa hak kami di Palestina mulai dari laut hingga sungai, dan dari Ras Al-Naqoura hingga Umm Al-Rashrash atau Teluk Aqaba, tidak dapat diabaikan. Ini adalah hak warga Palestina dan kehadiran kami di tanah ini, modern dan kuno,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Hamas telah menegaskan kembali, untuk menjadi dasar bagi pertemuan bersama dan program nasional bersama dengan faksi-faksi Palestina lainnya, Hamas menerima satu negara di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dengan kemerdekaan penuh dan hak pengembalian tanpa mengakui legitimasi entitas Zionis.”

Dia menunjukkan, “Posisi ini dilakukan untuk memfasilitasi konsensus Palestina dan Arab pada tahap ini, namun tanpa menyerahkan bagian apa pun dari hak atau tanah kami dan tanpa mengakui entitas perampasnya (Israel).”

Baca juga: Catat! Hamas yang Atur Kesepakatan Obat-obatan Gaza, Bukan Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved